Membangun Komitmen Bersama dan Kesadaran Diri Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Lulusan SMK Negeri 1 Petang

oleh -60 views

BADUNG – BALI
Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,

Yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Misi Pendidikan nasional adalah mewujudkan sistem dan iklim serta ekosistem pendidikan nasional yang demokratis dan berkualitas untuk membentuk akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin dan bertanggungjawab, berketerampilan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.

Capaian Peningkatan Mutu Pendidikan sekolah ditentukan oleh kemampuan kepala
sekolah dalam memberdayakan staf pengajar dan anggota komunitasnya secara keseluruhan.

Tujuan penulisan ini untuk mengetahui tentang langkah-langkah yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru menuju pembelajaran abad 21 serta kendala-kendalanya dalam meningkatkan mutu lulusan.

Penulisan ini menggunakan teknik
analisa data, yang terdiri dari tahap pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan simpulan.

Hasilnya terhadap kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu lulusan berkualitas.

Seraya potensi alam disekitar sekolah
sangat mendukung pengembangan bidang pertanian dalam berinovasi dan berkreativitas .

Visi yang selama ini dipakai saat memimpin sebagai kepala sekolah Sesuai Visi SMK Negeri 1 Petang adalah mencetak tenaga kerja tingkat menengah di bidang keahlian agribisnis dan agroteknologi yang kompetitif, inovatif dan entrepreneurship berbasis pariwisata berlandaskan Tri Hita Karana menuju keterampilan abad-21.

Visi ini sangat mulia yaitu memuliakan alam semesta beserta isinya dari hulu ke hilir yang holistik menengadahkan telapak tangan.

Dari segi mutu lulusan yakni menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang keahlian Agribisnis dan Agroteknologi minimal memiliki kemampuan antara lain : (1) Critical Thinking (berpikir kritis), (2) Collaboration (kemampuan bekerja sama dengan baik), (3) Communication (kemampuan berkomunikasi), dan (4) Creativity (kreatifitas).

Sedangkan salah satu misi SMK Negeri 1 Petang adalah meningkatkan kuantitas lulusan untuk berwirausaha dan mampu bersaing global.

Prinsip dan Kerangka Berpikir yang dimiliki saat dihadapkan dengan tantangan berat Kerangka berpikir dan prinsip saat dihadapkan dengan tantangan berat adalah bermula dari hasil analisis evaluasi diri SMK Negeri 1 Petang selama setahun terakhir masih berada dibawah Standar Nasional Pendidikan(SNP).

Hasil EDS tersebut akan dipakai acuan untuk menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS). Meskipun RKS telah tersusun, akan tetapi tidak digunakan secara optimal untuk memperbaiki mutu pendidikan, bahkan belum optimal dilakukan evaluasi dan monitoring atas pelaksanaan perbaikan mutu yang telah dilaksanakan secara sistematis secara berkelanjutan.

Hal ini menjadi prinsip dan tantangan berat dalam pengembangan kepemimpinan kepala sekolah.

Tahap awal yang akan dilakukan Kepala SMK Negeri 1 Petang menganalisis bagaimana sistem penjaminan mutu internal sekolah dibangun dengan komitmen bersama dalam kesadaran diri dan efektifitasnya bagi peningkatan mutu yang telah dilakukan.

Data awal (input) sebagai sumber data tersebut secara kongkrit menunjukkan capaian kesesuaian implementasi Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (PMPS) di SMK Negeri 1 Petang belum optimal.

Hal ini disebabkan ada beberapa faktor antara lain : (1) ketertarikan lulusan SMP melanjutkan SMK bidang pertanian masih relatif rendah.

(2) Image sebagian masyarakat petani adalah kotor, jorok, kumuh.

(3) Lulusan SMK pertanian kembali menjadi petani kelen tidak merubah taraf kehidupan ekonominya.

(5) Masih sulitnya pemasaran hasil produksi pertanian.

Hal ini merupakan tantangan luar biasa bagi kepemimpinan kepala sekolah, namun berbekal dari pikiran yang positif dan penuh keyakinan niscaya sesuatu perubahan minset dapat tercipta dan berkolaborasi kuat dengan lingkungan disekitar sekolah.

Dengan menggunakan metode deskriptif untuk menghasilkan informasi yang terpercaya dan valid mengenai hasil kebijakan secara formal disosilisasikan sebagai tujuan program kebijakan.

Hasil analisis akan menjadi masukan bagi pengembangan model penjaminan mutu
internal dengan menggunakan konsep dan prinsip langkah-langkah dengan menggunakan analisis Model Interaktif dari Miles dan Huberrman.

Mutu lulusan SMK memiliki standar lulusan diharapkan kompeten dibidang keahlian agribisnis dan agroteknologi dalam kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan yakni lulusan SMK Negeri 1 Petang yaitu BMW (bekerja, melanjutkan, wirausaha).

Memiliki softskill dan hardskill yang seimbang paling utama adalah sikap karakter, dimana kurikulum disusun bersama DUDI dan siswa memiliki kompetensi lulusan yaitu aku bisa apa, aku mampu apa, bukan ini ijazahku tolong diterima di DUDIKA.

Pengalaman Pribadi Tantangan Dalam Menjalin Hubungan Dengan DUDIKA
Pengalaman pribadi berupa tantangan, tetap menjaga dan merawat komitmen bersama keluarga besar SMK Negeri 1 Petang sudah melaksanakan program link and match dengan DUDIKA sejak tahun 2019 yaitu program unggulan ATPH yaitu lemon california dan program unggulan APHP Roti yang terlibat semua warga sekolah. Kerjasama SEAMEO BIOTROP dan DUDI (plagro.id, sayur box, Petani Muda Keren ( PMK) DUDIKA.

Sedangkan Kompetensi Keahlian APHP yaitu DUDI CV Pelangi. Pengelolaan seluruhnya disekolah yaitu pada unit produksi dan jasa (UPJ) dan technopark SMK Negeri 1 Petang.

Tantangan yang dihadapi sekolah antara lain : 1 – Kurangnya ruangan seperti ruang packing house, ruang bengkel alat pertanian, ruang untuk pabrik roti yang standar industri agar bisa memperoleh PIRT dan BPOM.

2 – Kekurangan lahan untuk pengembangan perluasan tanam lemon california,

3 – Kekurangan bangunan kompos di lahan (rumah kompos) sebagai pendukung sarana produksi lemon california.

Strategi Kepala SMK Negeri 1 Petang sesuai dengan visi dan misi antara lain : 1 – Melakukan perubahan mindset masyarakat tentang pertanian

2 – Membentuk komunitas petani muda milenial berwawasan lingkungan

3 – Menjaga ketahanan kedaulatan pangan dan peduli dengan pertanian.

4 – Melakukan koordinasi efektif dengan steakholder ( Kemendikbud dan Kementan).

5 – Meningkatkan hubungan kerjasama dengan DUDIKA.

6 – Pembangunan kebun buah unggulan secara intensif dan produk turunannya sebagai teaching factory atau industry.

7 – Menanamkan jiwa kewirausahaan generasi muda kren.

8 – Pelatihan teknikteknik pemasaran modern melalui pelatihan e-marketing barang dan jasa.

Dampak aksi komitmen, kesadaran diri, kemandirian dan berkelanjutan dan harapan kedepan secara berkelanjutan hasil produksi pertanian memberikan layanan kepada masyarakat luas secara terintegrasi.

Dampak terhadap evaluasi implementasi penjaminan mutu pendidikan sekolah di SMK Negeri 1 Petang sebagai berikut: 1 – Proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan standar.

2 – Pengelolaan Manajemen Sekolah sesuai dengan standar.

3 – Mutu hasil belajar meningkat.

4- Komitmen, kesadaran diri, kemandirian dan berkelanjutan.

5 – Sekolah berbudaya mutu.

Harapan besar dukungan dari Disdikpora Provinsi Bali antara lain : 1 – Agar
dibantu bangunan, karena lahan SMKN 1 Petang sempit, diperlukan kebijakan bangunan bertingkat untuk memaksimalkan ruangan.

2 – Dukungan program pemasaran produk dari teaching factory, berkesempatan melaksanakan pameran di Dinas Prov. Bali;

3 – Dinas terkait dapat mengakomodir produk SMK di dalam satu sistem market place milik Pemerintah.

Suksesi dan progresivisme kualitas lulusan dalam 2 – 5 tahun kedepan dimana lulusan SMP berduyun – duyun tak bisa dibendung bersekolah ke SMK bidang keahlian Agribisnis dan Agroteknologi.

Wajib SMK memiliki standar yang baik mampu menyiapkan tenaga terampil,
tangguh, mampu bersaing global.

Kepala Sekolah memiliki sentuhan jiwa yang kuat dan penuh keberanian mencari jodoh – jodoh industri sektor pendidikan pertanian sehingga SMK pertanian semakin kuat, menguatkan Indonesia.

Penulis ; Penulis I Wayan Mustika, S.Pd.,M.Pd.,M.AP akrab disapa Yanmus Lahir di Badung, 25 Oktober 1966 dari pasangan I Nyoman Meregan dan Ni Nyoman Gina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.