Pendidikan Penguatan Karakter Lingkungan dan Kemandirian (PPKLK) SMA Negeri 4 Denpasar Diselenggarakan di Bali Outbound & Farmstay (BOF)

oleh -63 views

DENPASAR BALI, Targetnusa.com –
Kegiatan Pendidikan Penguatan Karakter Lingkungan dan Kemandirian (PPKLK) yang diselenggarakan di Bali Outbound & Farmstay (BOF) merupakan program rutin tahunan SMA Negeri 4 Denpasar.

Program ini berbentuk perkemahan atau aktivitas luar ruangan (outbound) yang bertujuan untuk membentuk mental, disiplin, kerja sama, serta kepedulian siswa terhadap alam.

“Bali Outbound & Farmstay (BOF) tempat siswa SMA Negeri 4 Denpasar melakukan kegiatan Berlokasi di Baturiti, Tabanan, Bali,” ujar I Made Sudana kepada media, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan ini menggabungkan pilar Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang berfokus pada wawasan lingkungan (eco-awareness) dan kemandirian siswa.

“Eco-awareness (kesadaran lingkungan) adalah pemahaman dan pengakuan akan pentingnya lingkungan hidup,” kata Kepala Satuan Pendidikan SMA Negeri 4 Denpasar.

I Made Sudana juga menyampaikan, pendidikan pada hakikatnya bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan sebuah upaya sistematis untuk mentransfer nilai-nilai kebaikan.

Menurut Made Sudana pendidikan di tengah arus modernisasi dan dinamika global yang bergerak begitu cepat, tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membutuhkan generasi yang memiliki kedalaman moral, kepekaan terhadap alam, dan ketangguhan dalam menjalani kehidupan.

Oleh karena itu lanjut Made Sudana, kegiatan PPKLK yang kita laksanakan ini memegang peranan yang sangat strategis.

“Aspek pertama dari kegiatan ini adalah Karakter Lingkungan,” kata Kepala SMA Negeri 4 Denpasar I Made Sudana, sembari mengatakan, kita harus menyadari bahwa bumi tempat kita berpijak saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan ekologis yang serius seperti, masalah sampah, energi, air dan pohon.

“Sekolah harus menjadi episentrum perubahan budaya. Jika di tempat ini kita belajar menghargai satu pohon, mengelola sebutir sampah, dan menghemat setetes air, maka kita sedang berinvestasi untuk masa depan peradaban yang lebih hijau,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kemandirian hidup di dalam kegiatan berkemah siswa dituntut untuk mandiri dalam mengurus kebutuhan pribadi dan kelompok, mulai dari mendirikan tenda hingga menyiapkan konsumsi. Serta melatih ketahanan mental, kedisiplinan, dan pemecahan masalah tanpa ketergantungan pada fasilitas modern atau gawai.

Program pembentukan karakter berbasis Outward Bound terbukti sangat disukai oleh banyak siswa dan sangat efektif. Karena menggabungkan aktivitas fisik, pemecahan masalah, dan refleksi mental untuk menanamkan nilai-nilai moral, kemandirian, dan kerja sama secara langsung.

Terakhir Made Sudana menyampaikan, kegiatan PPKLK di tahun 2026 ini diikuti 574 siswa dan didampingi oleh para guru SMA Negeri 4 Denpasar. (Red/TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *