DENPASAR BAli, Targetnusa.com –
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan wawasan global bagi siswanya, SMA Negeri 4 Denpasar selalu melakukan terobosan melalui integrasi kurikulum berbasis internasional,
meningkatkan kompetensi guru, penggunaan teknologi digital, dan program pertukaran pelajar.
Pendekatan ini menanamkan pola pikir kritis, kesadaran dalam berbudaya, dan keterampilan adaptif untuk bersaing di kancah internasional tanpa kehilangan jati diri.
Beber Kepala SMA Negeri 4 Denpasar I Made Sudana. S.Pd.,M.Pd., disela – sela menerima kedatangan tamu delegasi dari Pierce Secondary School Singapore, Selasa (21/4/2026).
Delegasi yang berjumlah 24 siswa dan 4 guru akan melakukan berbagai kegiatan selama 2 hari di SMA Negeri 4 Denpasar, diantaranya pertukaran budaya, pengalaman kehidupan sekolah, dan olahraga yang menyenangkan.
“Sebelumnya siswa SMA Negeri 4 Denpasar sudah berkolaborasi antar sekolah yang berada di Singapura sejak tahun 2009. Meski sempat terhenti karena covid,” tutur Sudana. Astungkara setelah covid selesai kini kolaborasi kembali diperbarui.
Ia juga berharap kolaborasi sekolah antar negara ini tidak hanya untuk saat ini, namun terus berlanjut.
“Pertukaran pelajar seperti ini sanagt penting bagi sekolah untuk saling mendukung, bertukar ide, dan membangun persahabatan lintas budaya sehingga siswa mendapatkan wawasan yang luas,” lanjut Sudana.
Ary Devi Trisnaputri, S. S., selaku
Coordinator for Student Exchange Program untuk SMA Negeri 4 Denpasar juga menyampaikan bahwa sekolahnya memiliki program kerjasama luar negeri dengan beberapa negara yaitu, Thailand dan Singapura.
“Untuk Thailand, tahun 2024 dan 2025 kami sudah berkunjug kesana, dan untuk tahun ini (2026 red) kami bekerjasama dengan school Singapore,” ucap Ary Devi.
Lebih lanjut Ary Devi Trisnaputri menyampaikan, Sebenarnya program kerjasama dengan tiap Secondary school itu sudah berlangsung dari tahun 2009 tapi sempat terhenti karena covid dan kami melanjutkan kembali di tahun ini.
“Kunjungan ini berlangsung 2 hari dan melakukan kegiatan pertukaran budaya yang ada di bali antara lain belajar membuat canang dan berpakaian adat Bali,” tambahnya.
Terahir Ary Devi Trisnaputri selaku
Coordinator for Student Exchange Program, berharap kerjasama ini tidak hanya antar sekolah saja, tetapi akan menjadi lebih spesifik lagi.
” Agar siswa bisa menjalin hubungan kerjasama dengan teman-teman di luar negeri serta bisa membuka wawasan tentang dunia global dan memiliki wawasan kehidupan budaya secara global di dunia internasional,” tutupnya. (Red/TN)





