I Made Sudana S.Pd., M.Pd. ; Sembahyang Sebelum Laksanakan Tugas Merupakan Bentuk Sraddha dan Bhakti Kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa

oleh -15 views
oplus_131074

DENPASAR BALI, Targetnusa.com –
Bersembahyang sebelum melaksanakan tugas bagi umat Hindu merupakan bentuk Sraddha dan Bhakti (keyakinan dan pengabdian) kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).

Saya sebagai umat Hindu di Bali selalu melakukan do’a (bersembahyang) sebagai bagian dari tradisi spiritual harian dan persiapan batin (matur piuning).

Demikian penuturan Kepala SMA Negeri 4 Denpasar I Made Sudana, S.Pd., M.Pde., kepada tim media Targetnusa. Com, Selasa (21/4). “Saya setiap pagi melakukan persembahyangan sebelum melaksanakan tugas, dimulai dari Pura sekolah atau tempat suci (pelinggih) di lingkungan sekolah sebelum memulai pembelajaran.

“Ini sebagai wujud syukur dan permohonan restu agar ilmu yang disampaikan bermanfaat,” tuturnya.

Dan Matur Piuning artinya memohon izin kepada Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan) agar proses belajar-mengajar berjalan lancar dan aman.

Sehingga kami dapat menenangkan pikiran dan menyucikan batin sebelum berinteraksi dengan siswa dan para guru serta staf di SMA Negeri 4 Denpasar.

Kegiatan yang saya lakukan setiap hari ini, merupakan penerapan dari nilai Aguron-guron (pendidikan sebagai perjalanan suci) di Bali.

“Di mana guru tidak hanya mengajar akademis tetapi juga membimbing secara spiritual,” lanjut Sudana.

I Made Sudana juga menyampaikan, Selain persembahyangan harian, pada hari-hari suci seperti Saraswati (hari ilmu pengetahuan), guru dan siswa SMA Negeri 4 Denpasar juga mengadakan persembahyangan khusus bersama di halaman sekolah.

“Hal ini merupakan upaya memohon anugerah agar diberikan keselamatan, perlindungan, dan kelancaran dalam melaksanakan tugas, serta sarana untuk menyucikan pikiran, perkataan, dan perbuatan agar selaras dengan dharma,” pungkasnya. (Red/TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *