Hadirnya BBTF Sangat Ampuh untuk Promosikan Pariwisata Bali

oleh -938 views

Mangupura, Bali –
Balancing in Harmony inilah tema talk show kali ini, yang diselenggarakan oleh Bali Beyon Trevel Fair (BBTF) ke- 8 tahun 2022.

Acara tersebut diselenggarakan di Hotel International Convention Centre (BICC) Nusa Dua Bali selama tiga hari dari tanggal 15 sampai dengan 17 Juni 2022.

Dengan adanya festival seperti ini merupakan suatu bentuk upaya penting dalam pemulihan Ekonomi Bali disektor Pariwisata.

Hadirnya BBTF ini diprakarsai oleh ASITA BALI menjadi salah satu instrument penting dalam Geliat Pariwisata Bali menuju kepulihan.BBTF ini adalah juga alat yang sangat ampuh untuk Promosi,

Sementara itu, kalangan pelaku industri pariwisata baik dalam negeri maupun luar negeri mengapresiasi BBTF tahun ini sebagai instrumen ampuh promosi.

Tercatat 182 seller dari industri pariwisata dan destinasi mengambil kesempatan untuk temu bisnis, dan 228 buyers dari dalam maupun luar negeri yang berasal dari 30 negara.

Buyers yang terbesar adalah Australia, India, France, Philippines, UK, Emirates diikuti oleh German, Nigeria, US dan China.

Hal ini juga untuk memberi gambaran mengenai kesempatan dan potensi Quality tourism dan akselerasi pengembangan pariwisata Bali sehubungan dengan health tourism, cruise tourism, MICE, wellness dan sport tourism.

Wakil Gubernur
Bali Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati selaku Wakil Gubernur Bali mengatakan, sejumlah infrastruktur pendukung pariwisata yang tengah dibangun di Sanur, akan memperkuat potensi yang ada.

“Mengarah pada medical tourism yang dikembangkan di Sanur, kemudian wealness tourism akan dibangun di Desa Rendang, Karangasem,” ujar Wagub Cok Ace.

Ketua PHRI Kota Denpasar, Ida Bagus Gede Sidarta Putra menambahkan, dengan dibukanya kembali akses wisman ke Bali, trafik kunjungan akan kembali meningkat seperti sebelum pandemi.

Lebih lanjut kata Ida Bagus Gede Sidarta Putra mengatakan, bahwa 3 tahun sebelum pandemi kunjungan wisman ke Bali rata-rata mencapai 1 juta orang per tahun.

Dengan penataan sejumlah destinasi pariwisata dirinya meyakini pemerintah berupaya mengembalikan jumlah kunjungan seperti sebelum pandemi.

“Kami percaya pemerintah akan meningkatkan trafik dan menambah kunjungan ke Nusa Penida, dimana lebih nyaman dan estetis untuk melihat sunrise,” kata pria yang akrab disana Gusde ini. (Red-TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *