Denpasar, Bali –
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar merealisasikan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat terpadu dan terintegrasi.
Kegiatan yang merupakan realisasi perjanjian kerja sama antara FKIP UNMAS Denpasar dengan SMP SLUB Saraswati 1 Denpasar diselenggaeakan pada hari Jum’at (27/5/2022) bulan lalu di wujudkan dalam bentuk Workshop Pendampingan Kurikulum Merdeka Belajar.
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Dekan I, I Made Dharma Atmaja, S.Pd M.Pd, dalam sambutannya wakil Dekan 1 FKIP Unmas Denpasar menyampaikan harapan besar agar realisasi kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, serta berharap materi yang di sampaikan oleh narasumber dapat memberikan gambaran bagaimana implementasi kurikulum merdeka di sekolah.
Drs. I Nyoman Sumerta yang merupakan kepala sekolah SMP SLUB Saraswati 1 Denpasar dalam sambutannya menyambut baik upaya yang dilakukan oleh tim pengabdian FKIP UNMAS Denpasar, yang juga alumni S1 Pendidikan Sejarah FKIP UNMAS.
“Kami mengucpkan terimakasih atas dukungan dan pendampingan dari tim pengabdian FKIP UNMAS”, ujar I Nyoman Sumerta.
Lanjut Kepala SMP SLUB Saraswati Denpasar topik yang di ambil sangatlah relevan dengan kebijakan pemerintah yang mengharuskan sekolah sudah mulai mengimplementasikan kurikulum merdeka untuk kelas VII atau siswa baru tahun ini ucap beliau.
Dr. I Kadek Adi Wibawa, S.Pd., M.Pd., mewakili tim pengabdian FKIP UNMAS Denpasar, tampil sebagai pembicara dan dipandu oleh moderator I Nengah Astawa, M.Hum.,sangat semangat dan humoris.
Ia memuji pemateri dengan sebutan “kecil badannya namun besar mimpinya”. Dengan gaya khasnya, Dr. I Kadek Adi Wibawa, S.Pd .M.Pd, menampilkan materi tentang kelebihan kurikulum merdeka dan membandingkan dengan kurikulum K-13 yang menurutnya kurikulum bawang, artinya semakin di kupas semakin tidak ada isinya.
“Maka muncullah kurikulum merdeka sebagai solusi untuk mempersiapkan SDM yang unggul di masa depan”, ucapnya.
Dr. I Kadek Adi Wibawa, S.Pd .M.Pd., juga memberikan penekanan, guru harus siap belajar lagi, dan harus adaptif agar tidak tertinggal dengan pesatnya perubahan.
“Kami melihat guru itu ilmunya masa lalu, dan mengajar siswa yang ada di masa kini dengan perkembangan masa kini, dan guru mendidik serta mengarahkan siswa agar dapat berguna dan berdaya saing di masa depan”, ujar Kadek Adi Arimbawa.
Materi tersebut berhasil memantik diskusi hangat dari guru-guru yang hadir.
Sebanyak 54 orang yang hadir, salah satunya Pande Putu Sekar Ari Widiantari, yang melontatkan pertanyaan apakah dimungkinkan adanya pendampingan langsung dari dosen dosen FKIP terkait implementasi pembelajaran berbasis projek sehingga guru guru di SMP SLUB Saraswati 1 Denpasar lebih giat dan semangat menyongsong kurikulum merdeka ini.
Selain itu pertanyaan yang lain juga di utarakan berkaitan dengan pembelajaran berbasis isu terkini, dan cara mendesain asesmen diagnotik.
Kegiatan pengabdian ini berlangsung dalam suasana diskusi yang penuh kehangatan. Antara narasumber dan tim pengabdian yang terdiri dari dosen dan mahasiswa FKIP serta guru yang saling memberikan masukan dan komentarnya mengenai implementasi kurikulum merdeka di sekolah.
Turut hadir pula ketua LPMI Universitas Mahasaraswati Denpasar, yakni bapak Drs I Made Legawa, M.Si dan Wakil Dekan II, bapak I Gde Putu Agus Pramerta, S.Pd., M.Pd.
Kegiatan pengabdian di akhiri oleh Ni Wayan Anik Fejayani yang merupakan mahasiswa FKIP yang dilibatkan dan bertugas sebagai MC, mengarahkan untuk seluruh peserta melakukan sesi dokumentasi foto bersama.
Foto bersama sebagai bukti bahwa kegiatan pengabdian telah selesai dan sekaligus sebagai ajang untuk memupuk kebersaman antara SMP SLUB Saraswati 1 Denpasar dengan FKIP UNMAS Denpasar. (Red-TN)





