Kepala SMA Negeri 4 Denpasar didampingi stafnya saat membakar sampah plastik kedalam alat pembakaran sampah plastik rendah polusi
DENPASAR, Targetnusa.Com –
Sampah plastik telah menjadi permasalahan serius bagi lingkungan. Dan plastik adalah bahan yang sulit terurai juga tahan lama, dan plastik sendiri banyak digunakan untuk pembungkus berbagai produk.
Sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik dapat mencemari ekosistem baik di darat maupun di laut
Dan penggunaan Plastik sekali pakai seperti kantong belanja, botol minuman, dan wadah makanan adalah penyumbang sebagian besar sampah plastik.
Demikian dikatakan Kepala SMA Negeri 4 Denpasar, I Made Sudana, S.Pd, M.Pd., saat menunjukkan dan melakukan pembakaran sampah plastik dengan alat pembakar rendah polusi, kepada wartawan Targetnusa.com. Senin (21/7/2025).
“Ketidakpedulian dan kesadaran terhadap sampah, baik itu sampah plastik maupun sampah non plastik (organik dan non organik) di masyarakat masih sangat kurang,” jalas Made Sudana sembari mengatakan saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengadopsi gaya hidup bebas plastik.
Apalagi didukung dengan peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang pembatasan timbunan sampah plastik sekali pakai (PSP) yang melarang penggunaan tas kresek, sedotan plastik, dan styrofoam, serta diperkuat dengan Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2025 yang mengintruksikan optimalisasi implementasi peraturan tersebut.
Nah di SMA Negeri 4 Denpasar,
Kebersihan lingkungan menjadi perhatian serius. Bahkan kami juga membuat program peduli lingkungan, dengan mengajarkan anak – anak membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan oleh sekolah, agar mudah untuk dipilah.
“Kami mengintruksikan kepada seluruh guru dan pegawai serta seluruh siswa untuk membawa tumbler sebagai ganti dari botol plastik sekali pakai,” ujarnya.
Dengan langkah seperti ini diharapkan dapat menjadi gaya hidup yang menginspirasi kepada masyarakat luas.
“Maka dari itu sejak dua tahun lalu sekolah kami SMA Negeri 4 Denpasar telah menyediakan alat pembakaran sampah plastik rendah polusi,” ujar Made Sudana.
Lebih lanjut Kata Made Sudana, Dengan menggunakan alat ini
maka sampah plastik yang kita bakar akan menjadi rendah polusi bahkan minim Asap yang mengepul, dan limbah dari hasil akhir pembakaran tidak berbahaya.
“Begitu juga limbah plastik yang sudah menjadi abu bisa digunakan untuk media bercocok tanam,” terang Kepala SMA Negeri 4 Denpasar yang selalu menciptakan inovasi – inovasi baru.
“Sama juga dengan sampah organik yang telah dipisah dan dicacah menjadi kecil – kecil lalu diproses, dipermentasi selama 3 minggu sehingga dapat menjadi kompos dan hasilnya juga dapat dimanfaatkan untuk tanaman di sekolah,” pungkasnya. (Red/TN)





