Karangasem, Bali –
Gubernur Bali, Wayan Koster didampingi Bupati Karangasem, Gede Dana, Kadis PUPR/Perkim Bali, Nusakti Yasa Wedha, Kepala Diskominfo Bali, Gede Pramana, dan Kasatpol PP Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi tinjau pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih di Kabupaten Karangasem.
Dimana Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih merupakan program prioritas dalam visi pembangunan Bali yaitu, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.
Pembangunan yang diperkirakan menelan biaya sebesar Rp 770 milyar ini akan selesai pada Desember 2022 (tahun ini -red).
Dalam laporannya, Kadis PUPR/Perkim Bali, Nusakti Yasa Wedha menyampaikan pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih diantaranya meliputi pembangunan di Area Manik Mas seperti : Gedung parkir 5 lantai, Kios besar, Kios kecil, Bale Pesandekan, Pura Melanting, Bangunan anjung pandang dan Jalan akses.
“Untuk Area Bencingah, pembangunannya meliputi, Kios besar, Kios kecil, Bale Pesandekan, Bale Gong; dan Pelataran serta area bermain anak”, paparnya.
Masih kata Nusakti Yasa, dalam proyek ini ada juga pembangunan Kantor Desa, Kantor Bumdes, Kantor BPD, Kantor LPD, Wantilan, Gedung parkir motor, Wiyata Mandala Pelataran Manis Mas, Infrastruktur Titi Gonggang, Margi Agung, Kantor MO dan Prasarana Bencingah.
“Proyek ini sesuai dengan rencana, bangunan parkirnya menampung 1.300 kendaraan roda empat dan 1.400 sepeda motor. Untuk bangunan kios totalnya mencapai 430 kios yang mana bisa menampung para pedagang di kawasan ini”, jelasnya.
Dalam jumpa persnya, Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan, pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih yang sedang berlangsung saat ini dan sesuai dengan hasil pemaparan dari pelaksana proyek, yaitu PT. Pembangunan Perumahan, PT. Waskita Karya beserta mitra lokalnya bahwa progres pembangunannya yang sudah mencapai 36 persen dari target 32 persen.
“Jadi pencapaiannya sebanyak 4 persen lebih cepat, dari target yang direncanakan?, sebut Koster.
Pembangunan ini rencana selesai menurut kontrak 14 Desember 2022.
“Tetapi Saya minta agar dapat diselesaikan pada akhir bulan November 2022”, kata Koster, Minggu (20/2/2022).
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini pula meminta kepada pelaksana proyek agar betul-betul mengerjakan proyek ini dengan sebaik-baiknya, penuh tanggungjawab, berkualitas, sesuai dengan kontrak yang dilakukan.
“Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih apabila sudah selesai semua dan lancar pada akhir bulan November 2022, Saya kira akan menjadi kawasan yang sangat indah, membuat nyaman bagi krama Bali yang akan melakukan persembahyangan di Pura Agung Besakih ini”, ucapnya.
Gubernur Bali, Wayan Koster juga menyempatkan waktu berbagi beras lokal Bali kepada pedagang yang ada di sekitar kawasan proyek Besakih. (Red-TN)





