DENPASAR BALI, Targetnusa.com –
Sehari sebelum Hari Raya Saraswati, SMA Negeri 4 Denpasar menyelenggarakan bersih – bersih secara bergotong royong serta berbagai lomba bernuansa seni, tradisi, dan keterampilan adat. Diantaranya ; lomba membuat Gebogan, lomba Ngelawar dan Nyate, lomba membuat Penjor, lomba membuat Banten Pejati.
Kepala SMA Negeri 4 Denpasar I Made Sudana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan, kegiatan rutin setiap hari Raya Saraswati ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pelestarian budaya serta menumbuhkan kebersamaan antar-siswa.
“Dirangkaian Saraswati kali ini semua siswa dilibatkan dalam perlombaan baik siswa yang beragama Hindu maupun siswa non Hindu,” kata Made Sudana.
Ia juga mengatakan pelibatan siswa non Hindu merupakan wujud nyata dari toleransi, moderasi beragama, dan edukasi budaya di lingkungan sekolah.
“Meskipun lawar ayam, penjor, dan membuat Gebogan sangat erat kaitannya dengan tradisi adat serta hari raya keagamaan Hindu
partisipasi siswa non-Hindu dalam kegiatan lomba ini membawa dampak positif yang besar,” lanjutnya. Salah satunya Siswa belajar teknik meracik basa genep (bumbu khas Bali) untuk lawar ayam atau seni merangkai janur (ngulat) untuk penjor.
“Seni tradisional ini sebagai warisan budaya umat Hindu Bali (kebudayaan daerah) yang patut diapresiasi oleh siapa saja yang tinggal di Bali, tanpa memandang latar belakang agama,” ujar Made Sudana.
Menurut Kepala SMA Negeri 4 Denpasar lomba berkelompok tersebut dapat menumbuhkan rasa kebersamaan antara siswa Hindu dan non-Hindu serta saling menghormati.
” Dan kegiatan ini menjadi implementasi nyata dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam hal Kebinekaan Global,” pungkas Sudana. (Red/TN)





