Senior PMII Imam Kritik Wakil Bupati: Bicara Defisit Rp96 Miliar, Tapi Tak Paham Anggaran Pusat Tak Terserap

oleh -21 views
Oplus_131072

SUMENEP, Targetnusa.com –
Senior PMII Sumenep, Imam, melayangkan kritik pedas kepada Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim terkait pernyataannya soal defisit APBD 2027. Menurutnya, Wabup tidak memahami postur anggaran secara utuh.

Diketahui, Pemkab Sumenep memproyeksikan APBD 2027 mengalami defisit Rp96 miliar. “Dari selisih pendapatan daerah Rp1.899.676.296.303,04 dengan belanja daerah Rp1.995.705.978.599,32 terdapat defisit sebesar Rp96.029.682.296,28,” papar KH Imam Hasyim di depan anggota legislatif.

Menurut Imam Hasyim, defisit tersebut direncanakan akan ditutup melalui pembiayaan netto sebesar Rp96.029.682.296,28.

Pernyataan defisit itu yang disorot Senior PMII. Imam menilai logika Wabup keliru karena di satu sisi mengeluhkan defisit akibat transfer pusat turun, namun di sisi lain banyak anggaran pusat yang tidak terserap di daerah.

“Bagaimana mau bicara defisit kalau SiLPA saja Rp317 miliar? Itu bukti anggaran tidak terserap. Ada DAK Rp20 miliar untuk jalan Kangean yang batal karena Inpres Presiden No 1 Tahun 2025. Ada dana transfer yang anjlok 7% karena memang tidak mampu diserap. Ini bukan soal defisit, ini soal tidak mampu kelola anggaran,” tegas Imam, aktivis senior PMII Sumenep.

Ia menuding Wabup sengaja membangun narasi defisit untuk menutupi lemahnya penyerapan. Padahal, realisasi belanja daerah Sumenep masih di bawah 30 persen pada semester pertama, dan tahun sebelumnya WTP didapat di tengah serapan minim.

“Wakil Bupati seharusnya paham, defisit Rp96 miliar itu bukan karena miskin, tapi karena pendapatan transfer dari pusat dipotong Rp148,7 miliar. Kenapa dipotong? Karena pusat menilai daerah tidak mampu menyerap. Jadi jangan dibalik seolah-olah pusat yang salah,” tambahnya.

Imam mendesak Pemkab Sumenep fokus pada peningkatan PAD yang tahun 2025 sudah melampaui target 109,18 persen, ketimbang terus mengeluh defisit.

Hingga berita ini ditulis, Wakil Bupati Imam Hasyim belum memberikan tanggapan atas kritik tersebut. (Red/TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *