Kurangi Resiko Kanker, Pakailah Alat Dapur Dari Bahan Kayu Salah Satu Solusinya

oleh -1,051 views

Denpasar – Bali
Beragam peralatan dapur terbuat dari plastik maupun melamin, seperti wadah dan kemasan, telah merambah kehidupan kita sehari-hari, dan produksinya terus meningkat.

Namun tanpa kita sadari, terkadang kita lalai, ada bahaya mengancam Kesehatan keluarga, dari peralatan dapur yang kita gunakan. Terutama yang bersentuhan langsung dengan makanan.

Demikian kata, Dosen Fakultas Farmasi Universitas Mahasarwati Denpasar, Dr. apt Puguh Santoso, S. Si, M.Biomet., dalam keterangan tertulusnya, Jum’at (19/8/2022).

“Seperti talenan spatula dan sendok , tempat nasi merupakan alat-alat yang biasa kita gunakan untuk kegiatan sehari-hari”, jelasnya.

Lebih lanjut Dosen Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar menyampaikan, namun terdapat bahaya yang mengancam dari penggunaan alat makan dan masak tersebut, bila jenis bahan peralatan dapur dari plastic yang belum atau bukan tergolong food grade.

Peralatan berbahan melamin bahannya yang ringan dan tidak mudah pecah membuat melamin menjadi idola di kalangan ibu rumah tangga.

“Belum lagi corak dan warnanya juga menarik yang mengandung zat berbahaya bisphenol A atau lebih dikenal dengan BPA, adalah senyawa kimia pembentuk plastik jenis Polikarbornat (PC)”, lanjutnya.

BPA berbahaya bagi kesehatan, apabila terkonsumsi melebihi batas maksimal yaitu 0,6 bagian per juta yang dapat ditoleransi oleh tubuh zat kimia tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Hasil sampling dan pengujian laboratorium BPOM terhadap kemasan galon AMDK jenis polikarbonat yang dilakukan pada Tahun 2021, menunjukkan adanya migrasi BPA dari kemasan galon sebesar rata-rata 0,033 bpj.

“Nilai ini jauh di bawah batas maksimal migrasi yang telah ditetapkan Badan POM, yaitu sebesar 0,6 bpj”, terang Puguh Santoso.

Selain itu, Badan POM juga melakukan pengujian cemaran BPA dalam produk AMDK.

Hasil uji laboratorium (dengan batas deteksi pengujian sebesar 0,01 bpj) menunjukkan cemaran BPA dalam AMDK tidak terdeteksi..

Bukti terbaru menunjukkan, paparan BPA, dapat meningkatkan risiko kanker prostat.

“Sebaiknya hindari penggunaan peralatan rumah tangga yang mengandung BPA”, kata Dosen Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Puguh Santoso menyarankan, Carilah peralatan dapur yang berlabel BPA Free. dan perfluoro octanoid acid(PFOA) Peralatan dapur yang bebas kedua bahan tersebut cenderung lebih aman.

Bila memilih plastik, pilih kemasan dapat dikenali dari logo atau tulisan yang tertera, misalnya, tulisan ‘aman untuk makanan’ atau for food use / food grade.

Selain melamin, peralatan dapur berbahan plastik juga menjadi idola ibu rumah tangga.

Di dapur kita pasti ada peralatan yang berbahan plastik. Tidak mudah pecah, tahan lama, dan warna yang menarik menjadi alasan kenapa plastik dipilih oleh ibu rumah tangga.

“Karena harganya relatif lebih terjangkau, namun di balik semua kelebihan itu, plastik memiliki bahan kimia berbahaya bernama phthalates”, lanjutnya.

Bahan tersebut bisa mengakibatkan kanker dan gangguan organ lain. Maka, sebisa mungkin hindari peralatan dapur berbahan plastik.

Apalagi untuk makanan atau minuman dalam keadaan panas, karena suhu panas dapat menyebabkan terlepasnya partikel plastik.

“Dikhawatirkan, partikel plastik tadi menempel dan meresap ke dalam makanan, sehingga bisa menyebabkan kerusakan organ tubuh”, terang Puguh Santoso. 

“Peralatan yang terbuat dari bahan kayu lebih aman dan tidak toksik”, ujarnya.

Keuntungan peralatan dapur berbahan kayu atau bambu. dari sisi Kesehatan, bahan alami berupa kayu, terdiri komponen selulosa zat ligin atau kayu, bila ada serpihan kayu masuk pencernaan dapat dengan mudah di cerna oleh enzim pencernaan tubuh, saat di eksresi juga tidak merusak fungsi ginjal.

Alat makan dan memasak dari bahan kayu tidak akan bereaksi dengan zat asam dari makanan.

Sendok dari bahan besi atau stainless yang berkualitas rendah biasanya akan meninggalkan rasa seperti besi di lidah dan bahkan mengubah rasa makanan saat digunakan untuk menyendok jenis makanan yang memiliki zat asam yang tinggi.

Contoh : perasan lemon atau saus tomat, Sifatnya yang non-reaktif ini juga menjadi penyebab mengapa sendok madu rata-rata menggunakan bahan kayu. Ini dikarenakan untuk menjaga kualitas madu saat digunakan ataupun disimpan.

Peralatan dari bahan kayu tidak menggores permukaan anti lengket wajan atau panci anda, terutama masakan yang perlu banyak pengadukan.

“Dan peralatan kayu hangat bila memasak suhu tinggi, tidak konduktif terhadap suhu tinggi jadi aman untuk tangan pemasak, cukup kokoh untuk adonan masakan seperti membuat kue jenang yang memerlukan tenaga pengadukan kuat”, tambahnya.

Pegangan pada alat makan dan masak dari kayu sangat nyaman karena bentuknya yang bulat pada semua sisinya.

Kegiatan memasak yang mengharuskan kamu mengaduk dalam waktu yang lama tentu akan lebih tidak melelahkan jika menggunakan alat masak kayu yang nyaman dan ringan saat dipegang.

“Berbeda dengan besi, kayu tidak akan berkarat atau menjadi korosif saat diekspos ke zat asam”,

Alat makan dan masak dari plastik juga sebenarnya bersifat anti karat dan tidak korosif, tetapi plastik tidak memiliki toleransi terhadap panas.

“Zat kimia dari plastik sangat mudah untuk tergerus dan terkonsumsi melalui makanan”, tutup Dosen Fakultas Farmasi Unmas Denpasar. (Red-TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *