SMA PGRI 2 Denpasar Selenggarakan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka

oleh -764 views

DENPASAR Bali, Targetnusa.com –
Kebijakan Pemerintah di tingkat makro telah menggulirkan kebijakan spektakuler dalam dunia pendidikan. Hal ini menjadi tantangan besar dan peluang yang bisa kita dapatkan.

Kurikulum Merdeka dapat merubah paradigma baru dalam dunia pendidikan yang telah dicanangkan oleh Kemendikbudristek dalam Keputan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Republik Indonesia nomor 56/M/2022 tentang pedoman kurikulum dalam rangka pemulihan pembelajaran.

Demikian sambutan Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Provinsi Bali yang dibacakan oleh Sekretaris YPLP PGRI Provinsi Bali pada acara Workshop Kurikulum Merdeka yang diselenggarakan oleh SMA PGRI 2 Denpasar, Sabtu, (29/7/2023).

Dengan melalui workshop tersebut Ketua YPLP PGRI Provunsi Bali berharap agar para guru dapat melakukan fasilitasi secara diferensiasi kepada peserta didik.

“Fungsi pendidik selaku fasilitator dan mentor harus diperkuat dalam pendampingan di era modern,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala SMA PGRI 2 Denpasar I Komang Arta Saputra, S.Pd., M.Pd., disela- sela pelaksanaan workshop
workshop Implementasi kurikulum merdeka yang juga menghadirkan sekolah penggerak dari SMA Negeri 4 Denpasar.

“Workshop Implementasi kurikulum merdeka sebagaimana awal pelajaran bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka di sekolah kita,” beber Komang Arta Saputra.

Yang kedua lanjut Komang Arta Saputra, tentu memberikan penguatan terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka di sekolah kita, karena kita baru mulai.

“Kita baru mulai melaksanakan merdeka berubah, sehingga guru-guru kita perlu dibekali dengan pemahaman kurikulum merdeka. Sehingga dalam kelas dapat menerapkan dengan baik,” lanjutnya.

Pihaknya juga mengundang narasumber dari sekolah penggerak SMA Negeri 4 Denpasar. Karena sudah masuk tahun ketiga Sebagai sekolah penggerak di provinsi Bali yang pertama di kota Denpasar.

“Setelah workshop ini berjalan dan kendala – kendala dan keraguan guru dalam melaksanakan informasi kemerdekaan ini mungkin bisa lebih baik lagi sehingga tidak terjadi miss pemahaman,” ujar Komang Arta.

Dengan demikian anak-anak memiliki kemerdekaan untuk belajar sehingga merasa nyaman dan dapat berkembang sesuai potensinya sesuai dengan bakatnya dan bisa kita arahkan untuk mencapai apa yang dicita-citakan.

Untuk Kurikulum Merdeka kita sudah mencoba mengikuti fermentasi kurikulum merdeka pada tahun yang lalu, tetapi masih dalam tipe IKM- 1 yaitu tipe belajar, sekarang kita masuk ke tipe yang kedua yaitu tipe berubah. “Berarti kita murni menggunakan Kurikulum Merdeka,” pungkasnya. (Red/TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *