Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Mahasaraswati Denpasar di Desa Sobangan, Mengwi Badung.
DENPASAR, Targetnusa.com –
Program Pengabdian Kepada Masyarakat, bagi mahasiswa perguruan tinggi merupakan salah satu implikasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat yang dimana manfaatnya
dapat semakin dirasakan baik oleh mahasiswa sendiri maupun masyarakat.
Dengan adanya program pengabdian masyarakat diharapkan dapat menjadi suatu pengalaman belajar yang baru, bagi mahasiswa dan untuk menambah pengetahuan dalam hal kemampuan dan kesadaran hidup bermasyarakat.
Dan saat ini jumlah mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung berjumlah 24 Mahasiswa.
Demikian dikatakan Ir. I Ketut Diartama Kubon Tubuh, S.T., M.T. selaku Dosen Pembimbing dari Universitas Mahasaraswati Denpasar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/4/2023).
“Terdapat tiga masalah serius terkait lingkungan di Bali”, jelasnya.
Ketiganya adalah penurunan muka air tanah disusul intrusi air laut ke lapisan akuifer (lapisan bawah tanah yang mengandung air dan dapat mengalirkan air), polusi air permukaan, dan dampak perubahan tata guna lahan.
“Akibatnya, saat musim kemarau banyak wilayah di Bali mengalami kekeringan, dan juga sebaliknya ketika musim penghujan ada beberapa wilayah mengalami kebanjiran”, lanjut Ir. I Ketut Diartama Kubon Tubuh, S.T., M.T.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah membuat lubang resapan. Salah satu contohnya adalah Biopori.
Biopori merupakan metode alternatif untuk meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah.
Secara alami, biopori diciptakan oleh organisme yang ada di dalam tanah.
Lubang resapan biopori berupa sebuah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah.
Jika menelisik ke belakang bahwa terciptanya atau adanya metode ini adalah karena adanya masalah yang dimiliki oleh warga Desa Sobangan, bukan saja warga desa ditempat pelaksanaan program kerja ini, melainkan juga dirasakan hampir oleh seluruh warga Bali yang juga memiliki masalah yang cukup serius yaitu terkait lingkungan.
Hal senada juga disampaikan oleh Nyoman Agus Adhi Pradipta selaku koordinator di Desa Sobangan kalau di Bali ada beberapa masalah yang berdampak pada lingkungan yaitu, penurunan muka air tanah disusul intrusi air laut ke lapisan akuifer (lapisan bawah tanah yang mengandung air dan dapat mengalirkan air), polusi air permukaan, dan dampak perubahan tata guna lahan.
“Semua hal ini sangat berdampak pada keselarasan serta kenyamanan kehidupan individu serta alam”, ungkapnya
Lanjut Nyoman Agus Adhi Pradipta,
untuk menangani permasalahan tersebut, maka pada Minggu, 12 Maret 2023 dilakukan pembuatan lubang resapan biopori sebanyak 18 buah di area Pura Desa lan Puseh Desa Sobangan.
Tidak hanya melakukan pemasangan biopori, “Kami juga melakukan sosialisasi tentang manfaat biopori kepada masyarakat di Desa Sobangan yang dilakukan pada Minggu, 2 April 2023 oleh tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mahasaraswati Denpasar”, ujarnya
Dengan adanya pembuatan lubang resapan biopori bagi warga Desa Sobangan, diharapkan dapat mengurangi terjadinya genangan air di halaman rumah warga.
Lebih lanjut kata Nyoman Agus Adhi Pradipta dengan adanya resapan biopori dapat mengurangi pembuangan air ke selokan karena air hujan sudah bisa dialirkan ke lubang resapan biopori serta dapat mengubah sampah persembahyangan menjadi kompos.
Tak hanya itu, manfat lain dari biopori adalah dapat membuat tanah menjadi subur, tentunya akan membuat tanaman yang ada disekitarnya menjadi tumbuh lebih cepat. (Red-TN)





