Petani Desa Petang Mulai Gunakan Kompos Kotoran Sapi

oleh -814 views

Caption Foto :Ketut Sukarta (Pak Dela) Pembuat Kompos Kotoran Sapi

Badung, Bali –
Kotoran sapi merupakan salah satu bahan yang mempunyai potensi untuk dijadikan kompos karena mengandung unsur hara seperti nitrogen 0,33%, fosfor 0,11%, kalium 0,13%, kalsium 0,26%.

Kompos merupakan bahan pembenah tanah yang paling baik dan alami daripada bahan pembenah buatan (sintetis). Dan untuk waktu masa panjang tanah akan kembali menjadi subur.

Demikian kata Ketut Sukarta yang akrab dipanggil Pak Dela warga Desa Petang Sabtu, (10/12) kepada media.

“Saya menggeluti pembuatan kompos dari kotoran sapi sejak tahun 2012 silam”, jelas Pak Dela dan usaha saya ini jatuh bangun, karena keterbatasan saya. Selain itu yang agak sulit mendapatkan bahan bakunya seperti kotoran sapi.

“Kalau membuat komposnya tidak susah yang susah untuk mendapatkan Kotoran sapinya”, lanjut Ketut Sukarta.

Pak Dela berharap kehadiran pemerintah (Pihak Terkait) untuk membantu mengatasi kesulitan dalam usahanya yang saat ini banyak dibutuhkan oleh para perani di Wilayah Petang dan sekitarnya.

“Saat ini permintaan Kompos dari petani di Petang sangat tinggi namun saya masih kesulitan bahan bakunya dan alat saya terbatas”, ungkapnya.

Untuk itu, kata Ketut Sukarta, pemerintah harus hadir untuk memberikan bimbingan serta arahan agar kedepannya lebih baik lagi.

Mengingat petani sekarang sudah mulai banyak yang memakai Kompos dari kotoran sapi karena lebih alami dan lebih bagus.

“Saat ini permintaan komos dari perani sangat tinggi, mencapai 30 ton perbulan”, jelas Ketut Sukarta. Sembari mengatakan, tidak menutup kemungkinan kedepannya permintaan Kompos dari kotoran sapi akan terus bertambah. (Red-TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *