DENPASAR – BALI
Hari raya Saraswati adalah hari yang penting bagi umat Hindu, khususnya bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan.
Karena umat Hindu mempercayai hari Saraswati adalah turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia untuk kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan meningkatkan keberadaban umat manusia.
Biasanya bagi para penggelut pendidikan sebelum melakukan upacara keagamaan (Saraswati) ditempat belajar dilakukan berbagai macam kegiatan seperti membuat penjor, membuat gebogan, membuat lawar dan sebagainya.
Seperti yang dilakukan oleh SMAN 4 Denpasar sehari sebelum hari Raya Saraswati melaksanakan lomba Gebogan, Penjor serta Ngelawar yang di ikuti seluruh siswa.
Bagi umat Hindu hari Saraswati merupakan hari turunnya ilmu pengetahuan sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada Dewi Pengetahuan yaitu Dewi Saraswati.
Kepala SMAN 4 Denpasar, I Made Sudana menjelaskan dari ke 3 lomba tersebut akan dinilai, bagi peserta terbaik akan mendapatkan hadiah berupa sertifikat dan hadiah lainya.
“Tujuan dari lomba ini sebagai persiapan piranti – piranti dari upakara untuk persembahyangan pacara Saraswati”, jelas Sudana.
Lebih dalam Made Sudana menyampaikan, Penjor ditancapkan di depan sekolah sedang Gebongan dihaturkan sebagai sesaji di pura.
“Adapun fungsi Penjor di Bali adalah sebagai sarana perlengkapan upacara yang memiliki nilai sakral”, terangnya.
Gebogan sendiri memiliki arti sebagai melimpahnya anugrah yang merupakan hasil persembahan yang mencukupi serta memperoleh banyak rejeki. Sebagai wujud rasa bhakti kita persembahkan bhoga sebagai sumber amertha atau sumber kehidupan. (Red-TN)





