Kepala SMKN 3 Denpasar Sambut Kedatangan Tim BAN Untuk Lakukan Penilaian Sesuai Realitas dan Fakta

oleh -829 views

DENPASAR – BALI
Akreditasi adalah penentuan standar mutu atau penilaian terhadap suatu kriteria tertentu yang dilakukan berbasis fakta

Dan akreditasi juga merupakan potret sekolah bagaimana kita melihat dari berbagai sudut pandang, terutama pelayanan kepada siswa.

Demikian tutur Kepala SMKN 3 Denpasar, Drs. AA. Bagus Wijaya Putra, M.Pd., kepada media Selasa (30/8/2022).

“Akreditasi di SMKN 3 Denpasar harusnya jatuh di tahun 2019 karena pandemi Covid-19 maka otomatis diperpanjang”, kata Bagus Wijaya Putra.

Lebih lanjut Kepala SMKN 3 Denpasar menyampaikan, Sekarang ini pandemi sudah mereda, maka sekaranglah di visitasi untuk melihat secara langsung situasi dan kondisi sekolah yang dimulai dari kegiatan sekolah.

“Visitasi dilaksanakan dari tanggal 29 sampai 30 Agustus 2022. Terkait kesiapan kita dari dulu tahun 2019 sudah siap. Tidak perlu ada persiapan khusus karena itu sudah berjalan apa adanya sesuai dengan tugas yang harus dilakukan di sekolah. Apapun yang sekarang itu merupakan potret kita jadi tidak dibuat – buat ,” tegasnya

Menurut Bagus Wijaya Putra, Terkait skor itu relatif, tergantung situasinya contoh, sekarang misalnya guru sertifikasi sementara guru kami banyak pensiun otomatis akan mengurangi skor.

“Tetapi itu tidak masalah, sekarang ini masih di posisi sangat baik”, lanjutnya. Sembari menyampaikan pihaknya tetap berharap untuk skor mendapatkan nilai tinggi, itu harapan kita karena hasilnya belum keluar.

“Sebelumnya posisi Akreditasi SMKN 3 Denpasar diposisi A kategori baik serta berharap sekarang ini di posisi amat baik”, harapnya.

Kedepanya kita tetap memperhatikan mutu dan layanan kepada siswa agar siswa bisa bekerja dan mandiri sesuai jurusanya.

“Begitu pula dengan program, menyesuaikan dengan program terbaru, seperti Kurikulum Merdeka bisa merubah maintset atau model sesuai tuntutan jaman sekarang tidak sama dengan jaman sebelumnya”, lanjut Bagus wijaya.

Karena SMKN 3 Denpasar hubunganya dengan industri maka disesuaikan dengan kepentingan industri khususnya perhotelan dan pariwisata.

“Itu yang harus dilakukan ke depan disamping penguatan guru dibidangnya masing – masing dengan berbagai cara yang telah disiapkan pemerintah ataupun di sekolah sendiri sudah dilakukan”,bebernya.

Sekarang kembali bagaimana mutu layanan kepada siswa bisa ditingkatkan menjadi semakin baik.

Terkait dengan Sarpas yang merupakan bantuan dari pemerintah untuk sekolah negeri. Lingkungan dan budaya sekolah sudah ada perbaikan – perbaikan kecil, begitu pula dengan budaya sekolah.

“Kita punya kebiasaan yang sudah membudaya dan itu bisa dilihat dari lingkungan sekolah mulai dari kebersihan sampai karakter siswa disekolah ini”, sebutnya.

Semuanya itu dilaksanakan dengan harapan siswa bisa mandiri dan bisa bersaing sesuai dengan tantangan ke depann. (Red-TN)