Wagub Cok Ace terima Delegasi Provinsi Bataan Filipina

oleh -700 views

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati Bersama Rombongan Delegasi Bataan Filipina

Denpasar, Bali –
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menerima kunjungan Delegasi Provinsi Bataan Filipina, dalam pertemuannya di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, membahas tentang pertukaran informasi pembangunan pariwisata Provinsi Bali.

Pimpinan Rombongan Delegasi Bataan Maria Angela S.Garcia menyampaikan bahwa semula Provinsi Bataan hanya terdiri dari 2 Distrik namun sejak populasi yang kian meningkat maka dikembangkan menjadi 3 distrik.

“Bataan memiliki memiliki pemandangan alam yang indah seperti Bali” kata Maria Angela S.Garcia, Sabtu (12/11).

Untuk itu lanjut Pimpinan Rombongan Delegasi Bataan, pihaknya ingin belajar dari Bali, bagaimana mengembangkan industri pariwisata dengan baik mengingat Bali sangat terkenal di mancanegara.

“Baik dari segi pendekatan kepada masyarakat, investor serta pengelolaan lainnya”, lanjut Maria Angela.

Menanggapi hal itu, Wagub Cok Ace mengapresiasi dan berterimakasih jika ada Provinsi yang ingin belajar dari Bali.

“Belajar dari pandemi, bahwa Bali tidak bisa terlalu mengandalkan pariwisata sebagai roda utama penggerak ekonomi”, jelas Cik Ace.

Dilihat dari sebelum pandemi, PDRB Bali 54% berasal dari sektor pariwisata, dan begitu terjadi pandemi Covid-19, ekonomi Bali sangat terpuruk.

Periode Bali Era Baru ini Pemprov Bali melakukan beberapa cara manuver penggerak ekonomi Bali.

“Salah satunya adalah penguatan Potensi Sumber Daya Lokal Alam, Krama, dan Kebudayaan Bali yang diwariskan”, lanjut Cok Ace.

Lebih dalam Cok Ace membeberkan Perjalanan panjang pariwisata Bali dengan berbagai kejadian gangguan keamanan, bencana alam, bencana bukan alam, serta Pandemi COVID-19 telah cukup memberikan pembelajaran tentang betapa rentannya gejolak perekonomian Bali yang hanya bertumpu pada satu dominasi sektor Pariwisata.

Untuk itu perlu dilakukan pengembangan sektor unggulan, seperti Sektor Pertanian dalam arti luas termasuk Peternakan dan Perkebunan, Sektor Kelautan dan Perikanan, Sektor Industri, Sektor IKM, UMKM, dan Koperasi, Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital Sektor Pariwisata serta pengembangan infrastruktur pendukung.

“Semua ini dituangkan dalam Ekonomi Kerthi Bali”, tambahnya.

Selain itu, Wagub Cok Ace juga melihat bahwa hal yang perlu diperhatikan dari Bali adalah keseimbangan antar wilayah.

“Selama ini ketimpangan antar wilayah sangat tinggi, dimana contohnya pariwisata hanya dominan di wilayah selatan”, terang Cik Ace.

Untuk itu, Wagub Cok Ace juga menuangkan konsep Padma Bhuwana dalam strategi membangun Bali, dimana Prioritas pembangunan di setiap wilayah kabupaten/kota harus didasari karakteristik geografis, demografis, serta potensi sumber daya dominan.

Sejalan dengan visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, maka konsepsi Padma Bhuwana relevan dijadikan kerangka pendekatan untuk pemetaan kewilayahan baik secara sakala maupun niskala.

Selain itu, saat ini Pemerintah Provinsi Bali melalui Gubernur Bali menerbitkan beberapa peraturan daerah untuk mengatur beberapa hal yang ada kaitannya dalam menjaga Bali.

Salah satunya peraturan terkait penggunaan plastik sekali pakai, dimana di Bali saat ini khususnya di tempat perbelanjaan, objek wisata dan tempat lainnya tidak boleh menggunakan plastik sekali pakai.

“Hal ini untuk mengurangi sampah plastik di Bali”, Pungkasnya. (Red-TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *