Simakrama Ketua Dewan Komisioner OJK Dengan Gubernur Bali

TARGETNUSA.COM | Denpasar Bali – Gubernur Koster terus berupaya mencari terobosan untuk memulihkan perekonomian di Bali yang mengalami keterpurukan akibat Pandemi.

Salah satunya dengan program We Love Bali untuk menarik wisatawan Nusantara berwisata ke Bali.

Kali ini Sabtu (7/11/2020), Gubernur Bali I Wayan Koster bertemu Ketua Dewan Komisioner (OJK) Wimboh Santoso di
Kantor Otoritas Jasa dan Keuangan (OJK)  Regional Bali dan Nusa Tenggara di Denpasar, mendiskusikan pemulihan ekonomi daerah Bali dari dampak pandemi Covid-19.

Dalam pertemuan tersebut, Koster menyampaikan bahwa Bali sebagai daerah pariwisata sangat mengalami dampak dari pandemi Covid-19.

“Sejak pandemi Covid-19 Maret lalu Kami Pemerintah Provinsi Bali telah berupaya mencegah penyebaran dan penangan Virus Corona serta berupaya untuk memilihkan perekomomian yang terdampam pandemi,” papar Koster.

Saat ini lanjut Koster, penyebaran Virus Corona di Provinsi Bali sudah semakin terkendali, terbukti dengan semakin berkurangnya kasus harian terkonfirmasi positif, sementara pasien sembuh jumlahnya semakin banyak.

“Hal ini tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melaksanakan protokol kesehatan serta peran serta desa adat dan berbagai stakeholder yang terus bersinergi dan bekerja sama dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi Bali,” tambah Koster.

Dengan terkendalinya kasus Covid-19 di Bali telah menumbuhkan kepercayaan wisatawan untuk berwisata ke daerah ini, dan diharapkan kondisinya terus membaik sehingga Bali bisa segera membuka kunjungan bagi wisatawan mancanegara.

Tidak hanya itu, pelaku usaha pariwisata, hotel maupun restauran, juga mendapatkan bantuan berupa hibah pariwisata yang sudah dalam proses penyaluran.

Bagi pertanian, perikanan, UMKM serta koperasi sedang dalam upaya percepatan pemulihan untuk ekonomi Bali.

OJK pun mendapatkan apresiasi dari Gubernur Bali yang selama ini sudah kooperatif mendukung berbagai program dan kebijakan Pemorov Bali. Termasuk dalam menerapkan kebijakan stimulus ekonomi dari OJK dan pemerintah.

Sementara itu Wimboh Santoso menjelaskan, perekonomian Bali yang didominasi pariwisata masih akan terdampak cukup lama akibat Covid-19, sehingga dibutuhkan berbagai upaya untuk mendorong sektor ekonomi lain seperti perikanan dan pertanian sebagai alternatif pemulihan ekonomi di Bali.

“Pihaknya ingin ekonomi Bali bertahan seraya menunggu sektor pariwisata pulih sejalan dengan meredanya Covid-19 dengan memperbesar porsi sektor perikanan dan pertanian, di samping menggenjot pariwisata domestik,” papar Wimboh Santoso. (Red-TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *