Pengabdian Masyarakat Universitas Mahasaraswati Denpasar di Desa Adat Gulingan, Mengwi, Badung Sasar Seluruh Sektor

oleh -1,094 views

Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Mahasaraswati Denpasar di Desa Gulingan

DENPASAR, Targetnusa com –
Dalam upaya pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi, khususnya darma ketiga yaitu pengabdian masyarakat Universitas Mahasaraswati Denpasar ( Unmas Denpasar ) melalui LPPM melakukan kegiatan pengabdian masyarakat reguler angkatan ke- 46 periode I.

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi yang semakin dirasakan manfaatnya baik oleh mahasiswa maupun masyarakat pedesaan.

Dalam hal ini, mahasiswa diharapkan dapat melakukan pelatihan, penerapan, dan pengamalan ilmu pengetahuan yang dimiliki yang diperoleh di bangku kuliah baik secara akademik maupun non akademik.

Sebanyak 23 mahasiswa Universitas Mahasaraswati Denpasar turut mendorong penguatan potensi yang ada di Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Pengabdian masyarakat Universitas Mahasaraswati Denpasar mengangkat tema “Kukuhkan Kolaborasi Tumbuhkan Literasi”.

kegitan pengabdian masyarakat Universitas Mahasaraswati Denpasar dilaksanakan selama 1 bulan 14 hari mulai dari pembekalan mahasiswa KKN pada tanggal 27 Februari 2023 dan pelaksanaan KKN pada 9 Maret sampai 14 April 2023.

Dosen pembimbing I Made Sudirga S.H.,M.H. berserta I Ketut Winarya selaku kepala desa ( perbekel ), memberikan arahan kepada mahasiswa agar kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung didesa Gulingan berlangsung lancar serta bermanfaat bagi masyarakat desa.

Mahasiswa diharapkan untuk menjaga sikap sopan santun dengan masyarakat desa serta dapat mempraktekan ilmunya yang didapatkan di kampus dan diterapkan didesa.

Dengan beragamnya jurusan mahasiswa yang terlibat di dalamnya diharapkan program kerja yang dilaksankan dapat membantu masyarakat.

Observasi yang telah dilakukan oleh mahasiswa di desa Gulingan merumuskan program kerja mahasiswa selama satu bulan empat belas hari meliputi 4 sub tema yaitu, membangun desa , kegiatan berwirausaha, kegiatan pengajaran dan proyek kemanusiaan.

Dalam tema membangun desa yaitu persoalan masalah sampah, dengan adanya pelaksanaan program pendampingan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengolahan sampah yang benar.

Adanya potensi desa / daerah dan meramu solusi untuk masalah yang ada di desa.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan mengembangkan TPS – 3R sapuh jagat yang ada di desa gulingan.

Melakukan pendampingan contohnya pada masyarakat yang awalnya tidak tau tentang pengolahan sampah akhir yang dilakukan dengan adanya TPS – 3R dapat memberikan penyuluhan terkait fungsi dan arah bagi masyarakat.

Tidak hanya berfokus pada membangun desa. Dalam persoalan UMKM juga perlu dilaksanakan pendampingan dan pelatihan serta dapat membantu UMKM dalam meningkatkan penjualan.

Pendampingan yang dilakukan dengan membuat video produk serta pelatihan dalam pembutan kemasan yang menarik untuk menarik minat konsumen.

Contohnya pada UMKM Jaje Upakara dan UMKM Telur Asin yang awalnya hanya dilakukan promosi dari mulut ke mulut dapat juga dilakukan secara online menggunakan video promosi melalui sosial media serta pengemasan yang awalnya dilakukan hanya menggunkan kemasan plastik tanpa label produk menjadi kemasan yang lebih menarik dengan memberikan stiker pada setiap produk dengan tujuan memudahkan konsumen dalam informasi terkait produk tersebut.

Pada sektor pendidikan juga perlu dilakukan edukasi sejak dini serta memotivasi anak – anak Sekolah Dasar seperti pengajaran tentang kewirausahaan, menabung sejak dini, memperkenalkan makanan sehat, pengajaran bahasa inggris, mengajarkan senam, meningkatkan kreativitas anak dengan mengadakan perlombaan gambar bercerita, edukasi anti bullying dan pemanfaatan sampah anorganik.

Tujuan dilakukan edukasi dan pengajaran sejak dini untuk membentuk karakter yang baik untuk anak serta menciptakan kualitas sumber daya manusia dimasa depan.

Salah satu contoh program edukasi kepada anak – anak sekolah tingkat dasar tentang pentingnya kewirausahaan yang dipraktekan langsung di lahan sekolah dengan menanamkan tanaman yang menghasilkan buah seperti Timun, Terong dan Tomat.

Tujuan dari program yaitu memberikan edukasi sejak dini kepada anak – anak pentingnya kegiatan berwirausaha dan peluang agar memperoleh keuntungan dimasa depan. Lalu mengajarkan pentingnya menabung kepada anak – anak sejak dini serta melatih anak – anak untuk belajar hidup hemat.

Program lainnya yang dijalankan seperti kegiatan posyandu Balita dan Lansia di desa Gulingan serta melaksankan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyakit HIV / AIDS.

Tujuan program ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya dari penyakit HIV / AIDS. Dengan harapan memberikan pemahaman dan membangun pengetahun kepada masyarakat khusunya pada anak muda kelompok usia produktif menekan angka infeksi HIV / AIDS. (Red-TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *