Denpasar, Bali –
Kota Denpasar Provinsi Bali dengan Jumlah penduduk kurang lebih sekitar 876.000 dengan luas wilayah kota Denpasar yang sekecil ini, tentunya kemacetan ada di mana-mana.
Demikian tutur Putu Oka Mahendra selaku anggota DPRD Kota Denpasar dari fraksi Golkar saat ditemui di kediamannya, Senin (28/11).
“Penyediaan Armada transportasi pubulik dari pemerintah sudah sangat-sangat betul sekali”, tandas Oka Mahendra.
Lanjut Mahendra, jadi siap tidak siap, senang tidak senang, masyarakat kota Denpasar dengan keberadaan transportasi bus ini, mereka harus pikir-pikirkan untuk jangka panjang.
“Sementara untuk keterisian bus trans dewata hanya dua, tiga orang saja, bahkan kosong hanya muter-muter di wilayah kota Denpasar”, lanjutnya.
Kenapa bisa seperti itu? tanya anggota dewan kota Denpasar, “Karena sosialisasi kepada masyarakat masih kurang bahkan sangat kurang”, umbuh Oka Mahendra
Kalau kita bisa mengambil survei kepada masyarakat kota Denpasar kegunaan bus
Trans Metro Dewata itu apa bagaimana dan transaksinya juga bagaimana?.
“Mereka rata – rata menjawab tidak tahu”, ujarnya.
Nah, dusuni saya mengharap kepada
manajemen bus Trans Metro Dewata tentunya ini landing sektornya Dinas perhubungan provinsi Bali untuk bisa memberikan sosialisasi dan memberi kemudahan kepada penumpang untuk bisa menaiki bus Trans Dewata
Sementara sekarang untuk bisa naik bus Trans Metro Dewata harus menggunakan e-money yang haus ditempelkan di sana. Baik itu dari BRI, Mandiri dan lain sebagainya.
Sementara kita lihat semua masyarakat kesulitan tidak semua masyarakat punya hal yang seperti itu kecuali masyarakat yang menengah ke atas, masalahnya tidak semua masyarakat menggunakan hal itu sebagai alat pembayaran.
“Kalau bisa berilah kemudahan bagi masyarakat yang juga ingin menikmati naik bus Trans Metro Dewata dengan menggunakan dana cash”, harap anggota DPR Kota Denpasar.
Kalau takut akan kebocoran kan tinggal dititipkan kepada driver busnya yang disiapkan kartu. Jadi penumpang tinggal bayar kepada driver untuk bisa naik kemudian tinggal ditempelkan oleh driver itu sendiri.
“Begitu juga dengan kartu itu sendiri pihak
manajemen tidak hanya menyiapkan di Indomaret, Alfamart tetapi di kios – kios kecil juga disediakan untuk mpermudah masyarakat yang ingin memilikinya”, Pungkanya. (Red-TN)





