SMA Negeri 4 Denpasar Berhasil Kurangi Sampah Secara Signifikan

oleh -581 views
Oplus_131072

DENPASAR, Targetnusa.cim –
Sejak dua tahun terakhir, siswa dan guru SMA Negeri 4 Denpasar fokus mengurangi volume sampah di sekolah. Dan hasilnya saat ini sampah sudah jauh berkurang, termasuk sampah plastik.

Apalagi sekarang siswa,guru dan pegawai tidak boleh lagi membawa bitol minuman dari plastik sekali pakai bahkan makanan yang terbungkus atau dikemas dari plastik juga tidak boleh.

“Saya sudah berkoordinasi dengan pihak kantin yang ada di sekolah agar tidak menjual makanan yang dikemas dengan plastik,” ujar I Made Sudana. S.Pd, M.Pd., selaki Kepala Satuan Pendidikan SMA Negeri 4 Denpasar Senin (8/9/2025). Dan ini sudah menjadi komitmen kami bersama baik guru, pegawai maupun siswa.

SMA Negeri 4 Denpasar sangat mendukung program pemerintah Provinsi Bali, tentang Gerakan Bali Bersih Sampah yang tertuang dalam surat edaran Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2025.

“Yaitu mengelola sampah berbasis sumber, membatasi penggunaan plastik sekali pakai dan menjaga kebersihan lingkungan,” lanjut Made Sudana.

Cara inilah yang dilakukan oleh SMA Negeri 4 Denpasar untuk mengurangi sampah plastik. Dan apabila ada kegiatan di sekolah yang mengundang tamu dari luar sekolah, pihak sekolah tidak menyediakan makanan dan minuman dalam kemasan plastik sekali pakai.

“Seperti kemarin waktu sekolah melakukan Upacara Piodalan Saraswati sampah sangat berkurang drastis termasuk sampah plastik,” ujarnya. Sampah organik maupun sampah plastik langsung diolah disekolah.

“Kalau sampah Plastik langsung dibakar dengan alat pembakaran minim asap (Polusi) dan sampah organik juga langsung di olah dimasukkan ke dalam tempat yang sudah disediakan yaitu Teba Modern,” lanjutnya. Dan ini dilakukan secara rutin. Jadi tidak ada sampah menumpuk baik itu sampah organik maupun sampah plastik.

“Jadi kalau sampah bisa teratasi maka lingkungan menjadi bersih dan semua warga sekolah menjadi nyaman berda di sekolah tidak merasa terganggu dengan sampah lagi,” tutup Made Sudana.(Red/TN)