SMA Negeri 4 Denpasar Sambut Baik Kurikulum Merdeka Jadi Kurikulm Nasional

oleh -137 views

DENPASAR BALI, Target Nusa.Com –
Terkait dengan merdeka sejatinya kami di SMA Negeri 4 Denpasar yang sudah ditetapkan sebagai sekolah Penggerak per tanggal 30 April 2021 sudah menyusun operasional pendidikan berdasarkan karakter pada satuan pendidikan dan siswa sesuai dengan minat siswa.

Demikian penjelasan Kepala SMA Negeri 4 Denpasar I Made Sudana, S.Pd, M.Pd., saat ditemui di sekolah.

“Sejak SMA Negeri 4 Denpasar ini ditetapkan sebaga sekolah penggerak kami langsung menyusun operasional pendidikan berdasarkan karakter sesuai dengan minat siswa,” ucapnya.

Dan kami SMA Negeri 4 Denpasar menyambut baik terkait kurikulum merdeka kalau dijadikan kurikulum nasional.

Kepala SMA Negeri 4 Denpasar. I Made Sudana, S.Pd, M.Pd., mengatakan Kurikulum Merdeka memiliki perbedaan dengan Kurikulum 2013, karena menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang seluas – luasnya bagi pendidik dan peserta didik untuk berkolaborasi dalam merancang pembelajaran, mulai dari perencanaan hingga hasil yang ingin dicapai bersama.

Karena kurikulum ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan kebebasan kepada siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Salah satu perubahan yang paling mencolok dari Kurikulum Merdeka adalah penghapusan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di jenjang SMA.

“Jadi siswa tidak ada penjurusan yang ada hanyalah siswa memilih mata pelajaran sesuai dengan minat dan bakat,” lanjutnya.

Jadi kalau dikaitkan dengan kurikulum merdeka Permendikbud nomor 262 Tahun 2022 menyatakan bahwa 2 struktur kurikulum merdeka adanya pembelajaran intra kulikuler yang mana semua pembelajaran harus mengacu pada capauan.

Dan yang ke dua adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang mana ditekankan bagaiman potensinya siswa dan bagaimana karakter siswa terbentuk.

Nah disini kalau Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah kalau pada proses pembelajaran itra kulikuler penekanannya pada Capaian pembelajaran.

“Namun kalau P5 tidak tergantung pada CP tetapi sangat tergantung pada tema dari pada tema yang sudah disiapkan oleh pemerintah. Jadii tema ini yang harus dipilih oleh siswa,” jelasnya.

Adapun dalam pelaksanaanya pertama melakukan analis tema itu sendiri, lalu membentuk panitia, Koodinator, membentuk modul dan kita sepakati kapan kira – kira akan di laksanakannya.(Red/TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.