Berkat Bulan Bahasa Bali Dari Pemerintah UPMI Bali Kembali Bersinar

oleh -730 views

Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara S.H., M.H., M. Pd.

DENPASAR, Targetnusa.com –
Bulan Bahasa Bali adalah landasan melestarikan bahasa dan aksara Bali untuk mendorong dan mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda agar adat dan budaya Bali yang merupakan warisan leluhur tetap terjaga.

Bahasa Bali adalah sebuah bahasa Austronesia dari cabang Sundik dan lebih spesifik dari anak cabang Bali-Sasak yang mana bahasa Bali merupakan salah satu program prioritas Pemprov Bali dalam upaya pelestarian, pengembangan, dan pemajuan bahasa, aksara, dan sastra Bali yang dituangkan dalam Peraturan Gubernur nomor 80 Tahun 2018.

Demikian kata Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara S.H., M.H., M. Pd., seraya menyampaikan, Hal ini membuktikan bahwa Pemprov Bali sangat peduli terhadap usaha penguatan dan pemajuan bahasa, aksara, sastra Bali.

Dengan adanya peraturan Gubernur Bali I Wayan Koster, terkait Bulan Bahasa Bali dan pelstarian bahasa dan aksara Bali semua masyarat harus terlibat termasuk Universita PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI).

“Dari awal berdiri IKIP PGRI dan sekarang sudah berubah menjadi UPMI (Universitas PGRI Mahadewa Indonesia) sudah melakukan pelestarian dan pengembangan bahasa dan aksara Bali yaitu dengan Jurusan Bahasa Bali,” kata IGB Arthanegara sembari menyampaikan walaupun berjalan terseok-seok.

“Bahkan dalam perkembangannya UPMI pernah tidak mendapatkan peminat (mahasiswa) selama dua periode, namun kami tetap bertahan dan kami mendapatkan pesan dari Gubernur Bali Prof. Ida Bagus Mantra walaupun terseok-seok Ijin Operasional Jurusan Bahasa Bali jangan sampai dikembalikan, tetap dipertahankan,” ujarnya.

Alhamdulillah lanjut Arthanegara, sekarang berkat adanya iklim yang diberikan oleh pemerintah untuk mengembangkan Bahasa Bali maka UPMI Juga mendapat banyak peminat.

Malah sekarang banyak bermunculan bahasa Bali mulai dari lomba pidato berbahasa Bali, penyiaran di salah satu TV juga ada yang memakai bahasa Bali bahkan surat kabar juga ada yang memakai bahasa Bali.

“Bahkan sekarang generasi muda apabila ada acara resmi menggunakan bahasa Bali sangat bagus sekali bahkan lebih hebat dari generasi jaman saya,” ujar Arthanegara.

Sebetulnya banyak keuntungan kalau kita mau belajar tentang budaya, “Karena saya juga mengalami, saya menulis skripsi tentang wayang bali, gara-gara itu saya banyak diminta untuk mendampingi peneliti peneliti asing yang datang ke Bali,”, paparnya.

Arthanegara juga pernah meraih juara menulis puisi bahasa Bali dengan judul Geguritan Pianak Bendega. (Red-TN)