Merasa Tak Dihormati, Pengempon Pura Kawitan Geram

oleh -149 views

Klungkung – Bali
Pasca beredarnya berita tentang puluhan Pratisentana Shri Nararya Kreshna Kepakisan melaksanakan persembahyangan di jalan, pada Minggu (5/6/2022) lalu, dibantah langsung oleh pengempon pura kawitan dan melakukan klarifikasi. 

Pengempon pura, Jro Mangku Nyoman Murtika alias Jro Mangku Alit mengaku, jika hak klarifikasi itu bertujuan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara sesama krama. Mengingat pada saat hari kejadian (persembahyangan) dirinya sedang berada di rumah.

“Saya tidak mengetahui kalau ada warga yang hendak melakukan persembahyangan karena tidak ada pemberitahuan (Nuur),” kata Jro Mangku, Sabtu (11/6/2022). 

Menurutnya, jika pihak pihak yang akan melakukan bersembahyang tersebut tidak paham etika. Dikarenakan sebagai pemangku di pura, ia sama sekali tidak dihargai (hormati), padahal mereka jelas hendak menghaturkan banten pejati.

“Kalau mereka tidak ada pemberitahuan dan saya sebagai pemangku di pura itu berarti mereka- mereka itu memang berkeinginan sembahyang di pinggir jalan,” tuturnya. 

Selama ini memang pintu pura (lawangan) selalu dikunci. Itu dilakukan bukan pada hari (sekali) itu saja. Melainkan tujuannya agar tidak sembarang orang bisa keluar masuk ke madya mandala dan utama mandala pura. Dan itu juga untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan. 

“Karena keamanan dan kesucian pura ini sudah menjadi proritas utama sesuai dengan Awig-Awig dan keputusan paruman pengempon dan prajuru Pura,” tandasnya. 

Lanjut Jro Mangku menambahkan, sempat merasa miris saat datang untuk menyalakan lampu di pura. Karena saat itu mendapati gembok lain selain gembok miliknya menyegel seluruh pintu pura. Akibatnya, ia pun tidak bisa masuk ke dalam hingga menyampaikan kejadian itu pada pengelingsir pengempon pura, yakni Ketut Sudana,

Terkait hal itu, Ketut Sudana kepada wartwan membenarkan sempat didatangi oleh Jro Mangku Alit, yang menanyakan adanya gembok lain pada semua pintu pura. Kemudian bersama sama mendatangi pura. Benar saja seluruh pintu pura tergembok ganda, diduga dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Ya benar, semua pintu pura saat itu dipasangi dua gembok. Saya tegaskan siapapun yang mau melakukan persembahyangan atau yang ada hubungannya dengan Jro Mangku harus memberitahukan. Apalagi kalau akan melaksanakan kegiatan di pura harus mendapat persetujuan dari pengempon pura,” tegasnya.

Di mana dalam Pergub Bali No 25 tahun 2020, tentang fasilitasi pelindungan pura, pratima, dan simbol keagamaan, sudah mengatur dengan jelas siapa pengempon apa hak dan kewajiban sebagai pengempon. Dimana pada pasal 1 ayat (15) disebutkan, pengempon pura adalah sekelompok warga penyungsung yang tergabung dalam Desa Adat, Banjar Adat, Sekaa, atau sebutan lain dengan kewajiban memelihara Pura serta mempersiapkan dan melaksanakan yadnya pada Pura.

“Jika seperti ini saya akan mencari tau siapa pelaku penggembokan pintu pura dan saya akan berkoordinasi dengan kepala wilayah setempat (Klian Banjar Adat Dukuh),” ungkapnya. 

Sementara itu Klian Banjar Adat Dukuh I Nengah Ardana dikonfirmasi menyayangkan perbuatan oknum yang melakukan penggembokan pintu pura tersebut. Dikatakan pihaknya juga merasa resah dan khawatir kerena seringnya ada sekelompok orang yang datang ke pura Kawitan Shri Nararya Kreshna Kepakisan dengan tujuan tidak jelas. 

“Mereka itu datang dari mana, tidak pernah menyampaikan maksud dan tujuannya, baik kepada kami selaku Klian Banjar Adat Dukuh, pengelingsir maupun pengempon Jro Mangku di pura,” ujarnya.

Hingga, baru-baru ini yang dikhawatirkan itu terjadi yaitu penggembokan pintu pura. Yang mana aksi itu diduga dilakukan oleh I Gst Made Putra, hal tersebut diketahui setelah beredarnya sebuah foto yang ada dalam berita. Padahal yang bersangkutan bukanlah warga Banjar Adat Dukuh, juga bukan warga Klungkung, melainkan dari luar daerah.

“Atas sikap dan tindakan yang tidak beretika itu, jelas mereka akan bertindak lebih parah lagi yang dapat mengancam keselamatan Jro Mangku dan krama pengempon,” tutupnya.   (Red-TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.