Ketua PGRI Kota Denpasar ; Jangan Terlalu Khawatir Walau ada Lonjakan Covid-19 Namun Tetap Waspada

oleh -797 views

Denpasar, Bali –
Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas 100 persen mulai dilakukan guna menghindari fenomena learning loss yang berpotensi terjadi akibat pembelajaran daring yang berkepanjangan.

Demikian kata Ketua PGRI Kota Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., kepada media Target Nusa seraya menyampaikan pesan kepada seluruh sekolah yang berada di bawah naungan PGRI khususnya Kota Denpasar agar betul – betul mematuhi protokol kesehatan (Prokes) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Ketut Suarya yang juga Kepala SMK PGRI 4 Denpasar juga menyampaikan agar orang tua siswa jangan terlalu menghawatirkan anaknya yang masuk ke sekolah, karena di sekolah prokesnya sangat ketat.

“Siswa dan orang tua yang ada di Kota Denpasar jangan terlalu kawatir yang penting jangan lepas masker, Cuci tangan, dan menjaga jarak”, jelasnya.

Lebih lanjut Ketua PGRI Kota Denpasar berpesan kepada orang tua siswa sekota Denpasar, agar ikut juga menjaga kesehatan anaknya. Dengan menjaga pola makan, istirahat yang cukup serta selalu mengecek kesehatan anak itu sendiri, kalau merasa kurang enak badan jangan masuk sekolah.

“Kami mohon kerjasamanya yang baik kepada orang tua siswa agar PTM dapat berjalan dengan baik”, pinta Suarya.

Begitu pula kepada Pemerintah Kota Denpasar Kami atas nama pengurus PGRI Kota Denpasar mengucapkan banyak- banyak terima kasih, karena telah memperhatikan dan memprioritaskan Vaksi ketiga (Boster) kepada tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah.

“Informasinya sehabis tenaga nakes di Vaksin Boster baru lanjut ke tenaga pendidikan”,kata Suarya kepada Media Target Nusa, Rabu (2/2/2022).

Karena walau bagai manapun juga Vaksin Boster sangat penting guna menahan dan menekan laju penyebaran Covid-19.

Disinggung terkait pembangunan gedung yang ada di SMK PGRI 4 Denpasar, Ketut Suarya mengatakan, gedung tersebut dipersiapka untuk tempat praktek bagi siswa.

“Agar siswa tambah kreatif dan dapat membagun jiwa kewirausahaanya”, tutupnya. (Red-TN)