TARGETNUSA.COM, Denpasar || PPDB tahun ajaran 2019- 2020 SMAN 4 Denpasar kebanjiran siswa yang mendaftarkan diri sebagai calon siswa SMAN 4 Denpasar. Pada PPDB jalur zonasi, prestasi dan perpindahan orang tua, SMAN 4 Denpasar telah menerima 324 siswa, sesuai dengan kuota sembilan kelas. Namun karena ada tambahan Optimalisasi Daya Tampung 71 siswa serta tambahan siswa yang tercecer sebanyak 145 siswa, sampai di hari ke tiga pelaksanaan MPLS SMA Negeri 4 Denpasar siswa yang sudah tercatat sebanyak 541 siswa.
Ketua Pelaksana MPLS SMAN 4 Denpasar I Gd Putra Pujiharsa S.Pd., saat di temui di sela – sela pelaksanaan MPLS, Rabu (17/7), seijin kepala SMAN 4 Denpasar Drs. I Wayan Rika. S. Pd., mengatakan, pelaksanaan MPLS berjalan lancar, begitu pula dengan siswa yang sudah mengikuti MPLS dan yang sudah mengisi absen mencapai 541 siswa.
“Dengan ada siswa yang bisa dikatakan sudah membludak maka kami dari pihak sekolah harus ambil ancang- ancang untuk mempersiapkan ruangan ruangan agar siswa nantinya bisa belajar dengan nyaman, tentunya bisa menggunakan ruangan lab dan sebabagainya”, papar Putra Pujiharja.
Penerimaan siswa tersebut jauh dengan perkiraan yang sebelumnya di perkirakan oleh sekolah. Disuaikan dengan ruang sekolah yang sudah ada yaitu maksimal mencari 11 kelas.
Ditempat yang sama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 4 Kota Denpasar Made Sudana, ruang kelas yang dimiliki SMAN 4 hanya 30 kelas.
“Yang 21 ruangan kelas digunakan untuk kelas XI dan kelas XII, lalu yang sembilan ruang kelas dipergunakan untuk kelas X,” jelas Made Sudana.
Dengan adanya siswa yang sudah melebih dari daya tampung tentunya tenaga pengajarpun harus ditambah, maka pihak SMA 4 mencari solusi mengenai ruang kelas yang akan digunakan serta penambahan guru.
“Hal ini terpaksa kami lakukan karena daya tampung siswa yang diterima melebihi ruang kelas yang ada,” kata Made Sudana
Mengenai kekurangan guru kami pihak sekolah tentunya berkoordinasi dengan Dinas, karena ini kebijakan yang diatas. Kalau sampai tidak ada tambahan guru akan menjadi masalah, apa lagi jumlah kelasnya banyak, lanjut Sudana. (TA/Ash)

