Mafia Tanah Jadi Sorotan Utama Polda Bali

oleh -81 views

DENPASAR TARGET NUSA .COM – Irjen Pol Petrus R Golose, selama memimpin di Polda Bali beberapa program yang sudah menjadi perhatian serta  harapan masyarakat ditahun 2017 yaitu, masalah keamanan, kemacetan, narkoba dan premanisme. “Saya sangat berterima kasih kepada pers, kita bisa menyelesaikan atau hampir kita bisa menutup tahun ini dengan baik, dan kita siap menyongsong tahun 2018,” kata Kapolda Bali di Kuta, Kamis 28 Desember 2017.

“Ada beberapa kasus menonjol yang berhasil kami ungkap dan kami selesaikan”, tegas Petrus.

Antara lain, penggerebekan akasaka club Denpasar dengan barang bukti 19.000 ektasi, penangkapan 1,494 gram sabu di Jembrana, Penangkapan 32 WNA penipuan lintas Negara, Penetapan tersangka Bandesa pekraman Tanjung Benoa yang diduga terlibat pungli Miliaran Rupiah, juga Penangkapan Wakil Ketua DPRD Bali.

Ditahun 2018, menurut Kapolda Bali, disamping melanjutkan hal-hal yang sudah di canangkan dari 2017 seperti pemberantasan premanisme atau preman berkedok organisasi masyarakat,  ini tidak boleh ada di Bali ini. Karena itu akan mengganggu kehidupan rakyat Bali terutama rakyat kecil.

“Memang kelihatannya pungutan-pungutan kecil nilainya, namun sangat meresahkan masyarakat. Saya banyak mendapat laporan dari masyarakat kecil dan mereka amat sangat berterima kasih sehingga saya tetap akan melaksanakan itu. Tidak ada toleransi,” Tegas Petrus R Golose.

Selain masalah keamanan, kemacetan, narkoba dan premanisme, persoalan mafia tanah di Bali juga menjadi sorotan utama, karena dari tahun ke tahun tidak pernah terselesaikan, Tahun 2018, Bali bebas dari Premanisme, pungutan liar juga Mafia tanah.

Petrus memprioritaskan kegiatan tersebut  untuk tahun 2018 mendatang. “Ini akan menjadi comannder wish saya untuk tahun 2018,” tegas Kapolda Bali.

Sindikat yang terlibat dalam permainan harga tanah terkoordinasi dengan baik, jadi pihaknya cukup sulit mengurai,  “Harus ditelusuri satu per satu, dan sudah menjadi tekad saya, selama masih menjabat Kapolda Bali untuk menyelesaikan masalah ini,” terang Petrus R Golose. (han)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *