Ketua Kelompok Tani Mengaku Tidak Dilibatkan Oleh Ketua BUMDes Desa Saur Saebus Soal Anggaran Pertanian 200 Juta Lebih

oleh -51 views

Keterangan foto, BUMDes Sejahtera Desa saur Saebus saat melakukan panen raya,hanya diikuti segelintir petani saja

SUMENEP MADURA, Targetnusa.com –
Pengelolaan anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Saur Saebus, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, senilai lebih dari Rp200 juta lebih menuai sorotan. Dana yang dialokasikan melalui APBDes Tahun Anggaran 2025 itu dipertanyakan sejumlah kelompok tani (Poktan) mengingat anggaran yang cukup besar untuk pertanian pulau saebus dan pulau saur

Atrawi ketua kelompok tani mengatakan saat dikonfirmasi secara acak oleh tim media ini mengaku tidak tau dan tidak pernah dilibatkan

Melihat hal tersebut publik semakin mempertanyakan penikmat anggaran tersebut,karena yang kelompok tani yang seharusnya tau dan dilibatkan faktanya tidak tidak dilibatkan oleh Moh Ramlah sebagai ketua BUMDes Sejahtera desa saur Saebus

“Saya sebagai ketua kelompok tani tidak tau karena kami tidak dilibatkan” tegas atrawi saat dikonfirmasi lewat panggilan saluran WhatsApp Rabu 11 Maret 2026

Sambung atrawi ia akan menanyakan ke sekretaris desa (sekdes) prihal anggaran 200 juta lebih untuk pertanian yang dikelola BUMdes sejahtera

Sebelumnya moh Ramlah sebagai ketua BUMDes menegaskan seluruh dana dikelola oleh BUMDes dan difokuskan untuk kegiatan pertanian di wilayah Saur.

“Semua dana dikelola oleh BUMDes sendiri untuk pekerjaan yang melibatkan petani. Fokus pekerjaan kami di Saur,” ujarnya.

Menurutnya, tidak semua petani dilibatkan dalam pekerjaan karena keterbatasan kebutuhan tenaga kerja. Ia juga mempersilakan pihak yang meragukan untuk mengecek langsung lokasi kegiatan.

“Kalau bisa datang langsung ke Saur, cek lokasi pekerjaan dan tanyakan petani yang ikut bekerja. Memang tidak semua petani dilibatkan,” katanya.

Sontak publik menilai pernyataan ketua BUMDes tersebut sangat melukai perasaan petani lain,karena memang senagaja tidak dilibatkan

Tim media ini akan terus mendalami siapa saja yang manjadi penikmat anggaran 200 juta lebih tersebut. (Red/TN)