Tahun Depan SMK Negeri 3 Denpasar Beralih dari Kurikulum Merdeka Belajar Menjadi Kurikulum Nasional

oleh -756 views

DENPASAR BALI, Target Nusa.Com –
Ulang Tahun Emas SMK Negeri 3 Denpasar puncaknya pada hari Sabtu (7/10/2923). Diusia sekolah yang ke 47 ini bukan muda lagi. Berkat kerja keras dan kerja samanya yang baik dari seluruh warga sekolah maka di usia yang ke 47 SMK Negeri 3 Denpasar mendapat kan kado yang sangat luar biasa.

SMK Negeri 3 Denpasar selain mendapatkan kado yang sangat luar biasa yang tak kalah pentingnya adalah sampai saat ini masih menjadi sekolah yang memperoleh predikat A unggul dan sekolah Pusat Keunggulan.

Demikian dikatan Kepala SMK Negeri 3 Denpasar Drs. AA. Bagus Wijaya Putra, M.Pd., dalam sambutannya di puncak HUT SMK Negeri 3 Denpasar yang ke-47.

HUT SMK Negeri 3 Denpasar dihadiri oleh Kepala Disdikpora Provinsi Bali, Komite sekolah, para mantan kepala SMK Negeri 3 Denpasar, Para guru dan staf serta para undangan, OSIS, juga para siswa.

“Tujuan ulang tahun ini untuk mengingat kembali pendiri sekolah Sehingga sampai sekarang masih ada jadi jasa beliau jangan sampai dilupakan,” ungkapnya sembari mengatakan jangan sampai kacang lupa kulitnya.

Untuk tahun ini ada beberapa tantangan sebagai sekolah unggulan dituntut untuk bisa bergerak lebih dan Sebagai sekolah pusat belajar kita juga ditutut lebih kreatif

“Kemudian perubahan kurikulum terutama pada kurikulum merdeka ditahun depan akan menjadi kurikulum nasional,” jelas Bagus Wijaya Putra, kuta harus bergerak cepat untuk bisa mengejar itu.

Terkait Link in supermet ynag di dengungkan para siswa juga sudah kita kejar, dan trakhir adalah preser studi bagaimana keterserapan anak dalam dunia kerja terdata seluruhnya.

Mengenai kesiapan dalam melaksanakan kurikulum lanjut Kepala SMK Negeri 3 Denpasar, tergantung pada para guru itu sendiri, seperti apa prinsip pengajaran yang dilakukan karena peran guru sekarang adalah sebagai pasilitator.

“Artinya guri harus bisa mencari kemampuam siswa, samapi dimana kemampuanya. Kemudian metoda apa yang bisa diberikan kepada para siswa tersebut,” lanjutnya

“Intinya guri harus lebih kreatif”.

Apalagi sekarang ada namanya platfom merdeka mengajar ynag sudah disiapkan oleh Kemendikbud, jadi guru itu harus aktif belajar disana.

“Disitu juga sudah ada contoh para guru penggerak yang sudah banyak berbuat,” pungkasnya. (Red/TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *