PGRI Bali Deklarasikan Gerakan Selebrasi Tanam Pohon Sebagai Bentuk Kepedulian Menjaga Dunia dan Lingkungan

oleh -703 views

Penyerahan Pohon oleh Wasekjen kepada kepala Sekolah PGRI Kota Denpasar untuk di tanam dan di teruskan

DENPASAR BALI, Target Nusa.Com
Gerakan Nasional Revolusi Mental penanaman satu juta pohon.
PB PGRI dan PGRI Provinsi Bali berkolaborasi dengan Kemenko PMK RI
melaksanakan aksi nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental diwujudkan dengan penanaman pohon tang diawali di lingkungan SMK PGRI 3 Denpasar.

Penanaman pohon secara simbolis oleh Wasekjen PB PGRI Dudung.Abdul Qodir.M.Pd., dilanjutkan oleh YPLP PGRI Bali dan PGRI Provinsi Bali.

Hari ini Rabu (27/9/2023) kita mendeklarasikan gerakan selebrasi menanam pohon sebagai bentuk kepedulian PGRI menjaga panasnya dunia dan menjaga lingkungan dengan menanam pohon.

Demikian dijelaskan Wakasekjen PB PGRI Dudung Abdul Qodir saat ditemui disela – sela pelaksanaan penanama pohon yang merupakan program PGRI secara nasional.

“Ini adalah pesan dari Pak Jokowi,
mengimplementasikan integritas dalam pentatoholik di sekolah, masyarakat dan seluruh elemen bangsa, etos kerja dan gotong royong”, jelasnya.

Lebih lanjut kata Abdul Qodir
Bali dipilih sebagai salah satu gerakan menanamkan sekolah pelopor, gerakan revolusi mental yang mengembangkan 5 gerakan yang sudah disiapkan oleh Pak Jokowi beserta tim ahlinya.

Pertama adalah bagaimana sekolah mewujudkan sebuah gerakan melayani siswa dan melayani masyarakat.

kedua, bagaimana sekolah mewujudkan mengimplementasikan sekolah pelopor, gerakan Indonesia tertib.

“Bagaimana kita melatih anak-anak tertib antri melaksanakan tugas dan seterusnya”, lanjut Abdul Qodir.

Ketiga gerakan Indonesia bersih mewujudkan sekolah sehat dan melindungi dunia yakni dengan menanam pohon.

“Di Bali kami menugaskan teman-teman pengurus PGRI sampai kepada YPLP dan guru-guru untuk menanam satu pohon satu guru untuk siswa bisa berkelompok 5 orang satu pohon, kalau siswanya siap satu pohon satu siswa . Ini satu bukti kita sedang menjalankan gerakan Indonesia bersih”, Jelasnya.

Keempat bersatu, Bali merupakan sebuah wujud Indonesia mini karena di Bali seluruh suku ada, seluruh bangsa ada, bahkan ini adalah kebudayaan Koba ada di Bali.

Dan yang terakhir bagaimana kita mewujudkan gerakan Indonesia mandiri, “Kita buat sebuah percaya diri anak-anak kita, melalui budaya, kekayaan, interpreneur dan melalui pikiran-pikiran”, tandas Abdul Qodir.

“Sebagai evaluasi kemarin kita, mengadakan kemah bakti revolusi mental di Banjarnegara, bagaimana kita melihat berbagai pengalaman baik di sekolah-sekolah melalui kemah bakti dan membuat videomanegement tata kelola sekolah”, lanjutnya.

Mengevaluasi tidak dengan assessment tapi dengan langsung ke lapangan melalui fakta-fakta, data-data nyata dari siswa dan guru di sekolahnya masing-masing.

“Assment belum tentu memotret pendidikan yang lebih baik”, ucapnya.

Dan jangan sampai lupa meningkatkan kompetensi guru dan kesejahteraan guru, kuncinya ada di guru,

“Jadi jangan melakukan berbagai perubahan yang gurunya tidak Siap, akhirnya perubahan tidak akan pernah terjadi”,pungkasya.

Yang terakhir Dudung Abdul Qodir berpesan kepada para calon presiden ke depan bagaimana memajukan pendidikan berawal dari memuliakan guru, memartabatkan guru, melindungi guru dan mensejahterakan guru.

“Itu jadi konsep yang bisa mengangkat bangsa dari hulu sampai hilir, persoalan ini akan bisa selesai”, tutup Dudung Abdul Qodir. (Red/TN)