Ketua PGRI Provinsi Bali : Sekolah Swasta Juga Harus Diberdayakan Dengan Tetap Memperhatikan Kualitas Pendidikan

oleh -874 views

DENPASAR Bali, Targetnusa.com –
Ketua PGRI Provinsi Bali, I Komang Arta Saputra, S.Pd.,M.Pd., sangat mendukung terhadap sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang berlaku saat ini. Menurutnya, secara prinsip sistem memiliki tujuan yang baik dunia pendidikan kedepan.

Pemerataan pendidikan sangat baik sekali karena anak-anak Indonesia punya hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu termasuk di Provinsi Bali.

Penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2023-2024 baik pemerintah kabupaten kota maupun pemerintah provinsi Bali, Dinas Pendidikan Kabupaten Kota, Dinas Pendidikan Provinsi Bali sudah mensosialisasikan petunjuk teknis pelaksanaan PPDB yang ada di Kabupaten Kota dan ada di Provinsi Bali.

Demikian Penjelasan Ketua PGRI Provinsi Bali Komang Saputra. “Tentunya PPDB ini sudah disusun sedemikian rupa dengan melibatkan pihak sekolah, melibatkan pihak pemerintah dan juga tidak menutup kemungkinan melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),” jelasnya.

Tentu yang harus kita sikapi adalah
agar juknis dapat dilaksanakan sesuai dengan yang telah disusun. “Jadi juknis jangan hanya sekedar juknis saja yang kita buat, kemudian kita tidak diikuti,” lanjut Komang Arta Saputra.

Dalam hal penerima calon peserta didik tentu ada hal-hal yang juga harus dipenuhi oleh pemerintah ataupun dari pihak satuan pendidikan.

“Misalkan jumlah rombel maksimal berapa untuk satuan pendidikan SMP SMA, SMK. untuk kategori sekolah seperti apa, jumlah rombel maksimalnya berapa, demikian juga jumlah peserta didik yang ada dalam tiap rombel,” tuturnya.

Lebih lanjut Ketua PGRI Provinsi Bali berharap kepada semua pihak agar petunjuk teknis yang sudah disepakati dapat diikuti dan disesuaikan dengan jumlah kelas yang dimiliki oleh satuan pendidikan.

“Nah hal-hal ini juga harus mendapatkan perhatian dari pemerintah, mengingat mutu kualitas pendidikan selalu kita dengungkan untuk dapat meningkat,” ujarnya. seraya menyampaikan, mudah-mudahan apa yang menjadi harapan kita untuk mewujudkan generasi emas ini bisa tercapai dengan kualitas pendidikan yang baik.

Selain itu, saat ini kita banyak sekali mengalami kekurangan guru karena banyak guru yang pensiun dan selama ini belum ada pengangkatan guru.

Jadi satuan pendidikan yang jumlah gurunya terbatas jangan memaksakan untuk menerima murid yang sangat banyak. Karena itu juga menjadi beban bagi sekolah, termasuk dalam hal ini bagi guru-guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.

Baik itu dari segi pengelolaan kelas dengan jumlah siswa yang besar, serta jam mengajar bagi para guru agar tidak kehabisan tenaga.

“Saya sangat berharap agar hal ini menjadi bahan pertimbangan dalam penerimaan peserta didik baru sehingga kualitas pendidikan bisa lebih meningkat,” harap Arta Saputra.

Kita tidak usah khawatir terhadap di mana anak-anak akan masuk sekolah karena sepanjang ini kabupaten kota Provinsi Bali ada juga peran sekolah swasta. Sekolah swasta bukanlah sekolah yang baru berdiri, tetapi sejak awal, puluhan tahun sudah terlibat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kiranya sekolah-sekolah swasta ini juga diberdayakan. jadi diberdayakan oleh pemerintah namun tetap memperhatikan kualitas pendidikan,” harapnya.

Orang tua siswa juga harus berpikir logis ketika anak-anak yang tidak diterima di sekolah negeri janganlah berputus asa, artinya anak-anak tidak akan mendapatkan pendidikan yang kurang baik apabila masuk di sekolah swasta.

“Sekarang sudah banyak sekolah swasta yang memiliki kualitas yang baik,” tutup Komang Arta Saputra. (Red/TN)