Hari Raya Saraswati Sebagai Penghormatan Terhadap Dewi Saraswati

oleh -788 views

DENPASAR BALI, Targetnusa.com
Di Bali, Hari Raya Saraswati biasanya dirayakan oleh para penuntut ilmu dengan melakukan persembahyangan bersama baik di sekolah – sekolah maupun di institusi-institusi pendidikan lainnya.

Secara lebih luas, Saraswati juga dirayakan di rumah masing-masing dengan menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, maupun buku.

Hari Raya Saraswati dalam ajaran Hindu mengandung makna, turunnya ilmu pengetahuan sekaligus sebagai penghormatan terhadap Dewi Pengetahuan yaitu Dewi Saraswati.

Dan hari Sarasati biasanya diperingati setiap enam bulan sekali (210 hari) atau pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung yang jatuh pada Sabtu.
“Nah untuk yang sekarang Saraswati jatuh pada tanggal 20 Mei 2023,” terang Kepala SMP Negeri 4 Denpasar, I Nyoman Gede Wiastra, S.Pd.,M.Pd., disela – sela pelaksanaan Persembahyangan Saraswati di halamam sekolah bersama warga sekolah.

“Hari Saraswati menjadi hari penting bagi Umat Hindu khususnya bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan,” lanjut Gede Wiastra.

Kepala SMP Negeri 4 Denpasar, mengatakan, kata “Saraswati” merupakan sebuah nama yang suci untuk menyebutkan sosok Dewi Ilmu Pengetahuan.

Secara etimologi, kata “Saraswati” berasal dari kata ‘saras’ memiliki arti mata air, terus-menerus atau sesuatu yang terus-menerus mengalir, dan ‘wati’ berarti yang memiliki.

“Jadi, Dewi Saraswati ya Dewi pengetahuan yang tidak pernah habis,” kata Wiastra.

Menurut Wiastra, Dewi Saraswati merupakan saktinya (bagian) dari Dewa Brahma sebagai Dewa Pencipta.

Dewi Saraswati merupakan Dewi yang menurunkan Ilmu Pengetahuan kepada manusia yang berguna bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara dalam menjalani kehidupan.

Pada hari Saraswati, Umat Hindu memuja Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati.

Ia merupakan simbol dari kekuatan Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam menciptakan dan menurunkan ilmu pengetahuan.

“Jadi secara filosofis itu ya merayakan turunnya ilmu pengetahuan yang sebagai simbol manifestasi Tuhan yang Esa Ida Sanghyang Widhi Wasa sebagai dewi ilmu pengetahuan,” kata Wiastra.

Dan hari ini kami bersama warga sekolah melakukan persembahyangan sebagai bentuk syukur dan terima kasih atas ilmu pengetahuan yang kami peroleh.

“Selain itu, melakukan persembahyangan juga dapat memberikan energi kepada manusia untuk selalu bersemangat dan mengingat Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Ida Bathara Sang Hyang Aji Saraswati,” tutup Nyoman Gede Wiastra. (Red/TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *