Alih – Alih Bisa Mengobati Non Medis Seorang Jro Cabuli Anak

oleh -275 views

Buleleng, Bali, Targetnusa.com –
Ni Komang MA (18) korban yang mengalami sakit Non medis, lantaran korban suka dengan laki laki dan selalu membantah terhadap nasehat orang tuanya. Kemudian orang tua korban membawa berobat kepada pelaku (Tersangka) I Ketut TA Alias Pak Jro yang beralamat di Banjar Dinas Selonding Desa Les Kecamatan Tejakula Buleleng.

“Pelaku berdalih mampu melakukan pengobatan non medis,” jelas Kasi Humas Polres Buleleng AKP I Gede Sumarjaya,S.H., M.H., dalam keterangan Pers secara tertulis, Sabtu (13/5/2023).

Selanjutnya, setelah terduga pelaku menangani pengobatan korban secara non medis, terjadi hubungan rasa persaudaran antara pelaku dengan pihak keluarga korban yang membuat pelaku sering berkunjung kerumah korban yang beralamat di salah satu desa yang ada di Kecamatan Kintamani Bangli.

Tujuan pelaku menemui korban untuk bisa melakukan pengobatan dengan cara menuntun korban melakukan meditasi yang tempatnya tidak jauh dari rumah korban.

Dalam pelaksanaan meditasi tidak boleh orang lain yang ikut menemaninya sesuai dengan “petunjuk” yang diterima pelaku, hanya berdua saja antara pelaku dan korban.

Pada saat korban “curhat” tentang kesehariannya dan juga tentang pacarnya pada palaku sekira bulan Desember 2022 di rumah korban dan saat itu umurnya kurang dari 18 Tahun.

Nah saat sedang melaksanakan meditasi, kemudian, pelaku memegang vagina korban dengan dalih untuk pengobatan. “Dan saat itulah kemudian korban disetubuhi pelaku,” lanjut Gede Sumarjaya

Perbuatan persetubuhan tersebut dilakukan sebanyak 4 kali ditempat yang sama dengan waktu yang berbeda masih dalam bulan desember tahun 2022.

Selanjutnya untuk memudahkan pelaku menemui korban, atas persetujuan pihak keluarga , korban kemudian ditempatkan disalah satu panti asuhan yang ada di wilayah Buleleng dan sepengetahuan pihak yayasan pelaku adalah ayah angkat dari korban.

Pelaku sering menjemput korban yang didahului dengan permintaan ijin dari panti dengan berbagai alasan, waktu itu sekitar bulan Februari 2023 saat umur korban masih kurang dari 18 Tahun.

Korban dijemput pelaku dan diajak ke kamar kos milik kakak korban di Jalan Pulau Timor Gang Beo Kelurahan Banyunig Buleleng, yang saat itu kamar kos dalam keadaan kosong karena kakak korban belum pulang dari sekolah.

“Saat itulah terduga pelaku kembali menyetubuhi korban sebanyak 1 kali,” terangnya, sembari melanjutkan keterangannya kalau pelaku pada hari Selasa tanggal 2 Mei 2023 pukul 10.30 wita, kembali meminta ijin kepada pihak panti untuk mengajak korban keluar dengan alasan menjenguk keluarga yang sakit di RSUD Buleleng.

Dan lagi – lagi setelah dari rumah sakit korban diajak pelaku kembali kekos yang ditempati kakak korban dan ditempat tersebutlah korban kembali disetubuhi pelaku sebanyak satu kali.

Korban sempat menolak setiap ajakan persetubuhan yang dilakukan pelaku, karena pelaku mengancam dengan perkataan, “kalau tidak mau keluarga kamu akan hancur”, karena korban merasa takut akhirnya korban tidak berani menolak perbuatan pelaku.

Kemudian semua peristiwa yang dialami korban diceritakan kepada pihak panti, lalu pihak panti mengantar korban untuk melapor kepada unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng untuk mendapatkan tindakan hukum lebih lanjut.

Laporan korban diterima langsung Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Picha Armedi, S.I.K., M.H., dan bersama-sama dengan Kanit IV (PPA) IPDA I Ketut Yulio Saputra,S.Tr.K., langsung merespon laporan korban dengan melakukan permintaan keterangan korban dan saksi fakta lainnya serta permintaan Visum ke RSUD Buleleng.

Berdasarkan hasil penyidikan telah ditemukan bukti yang cukup, kemudian terhadap terduga pelaku pada hari senin tanggal 8 mei 2023 ditangkap saat berada di rumahnya di Banjar Dinas Selonding Desa Les Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng.

Dan sejak tanggal 9 Mei 2023, pelaku diamankan di Rutan Polres Buleleng untuk 20 hari kedepan.

“Terhadap pelaku, disangka telah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal Pasal 81 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maximal 15 tahun,” ucap IPDA I Ketut Yulio Saputra S.Tr.K., yang didampingi Kasi Humas Polres Buleleng AKP I Gede Sumarjaya,S.H., M.H. (Red/TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.