Ketua PGRI Bali ; Sekolah Swasta di Bali Harus Bangkit Menjadi Sekolah Unggul dan Bermutu Menyambut PPDB 2023 – 2024

oleh -762 views

DENPASAR, Targetnusa.com –
Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan dan para praktisi pendidikan untuk bisa mengimbanginya.
Salah satunya dengan pendidikan yang berkualitas.

Kesadaran tentang pentingnya pendidikan yang berkualitas telah mendorong berbagai upaya dan perhatian seluruh lapisan masyarakat terhadap setiap gerak langkah dan perkembangan dunia pendidikan.

Ketua PGRI Provinsi Bali, I Komang Arta Saputra, S.Pd.,M.Pd., mengajak kepada semua sekolah swasta di Bali untuk bangkit menjadi sekolah unggul dan bermutu menyambut PPDB 2023 – 2024.

Karena sekolah swasta di Bali selama ini sudah cukup lama ikut berpartisipasi dan berperan aktif ikut membangun kehidupan bangsa serta mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan.

“Oleh karena itu kami selaku Ketua PGRI Provinsi Bali berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan sekolah – sekolah swasta,” kata Komang Saputra. Karena keberadaan sekolah swasta dan guru – gurunya menggantungkan hidupnya dari bekerja di sekolah swasta dan bergantung juga dengan jumlah siswa.

“Kami juga berharap perhatian pemerintah untuk memberikan ruang kepada sekolah swasta lebih terbuka maupun memberikan subsidi kepada sekolah swasta untuk kesejahteraan guru – guru,” harapnya. Sehingga para guru dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Terkait dengan pembagunan sekolah baru, itu menjadi kewenangan pemerintah. Namun kami dari swasta berharap kepada pemerintah ada kebijakan yang lebih berpihak kepada sekolah swasta.

Terkait dengan Porsenijar yang diselenggarakan oleh pemerintah Kota Denpasar dan Provinsi Bali sangat baik sekali menjadi ruang bagi guru – guru untuk unjuk prestasi.

“Anak – anak berhasil itu karena guru, anak – anak tidak berhasil juga karena gurunya yang kurang sungguh – sungguh,” lanjut Ketua PGRI Bali.

Jadi guru harus lebih intensif untuk mendampingi anak – anak sehingga kualitas menjadi naik disetiap mata lomba.

“Jadi bukan hanya sekedar partisipasi tetapi dalam mengikuti perlombaan memang sudah siap, artinya siap kalah juga siap menang,” tambahnya.

Disitulah pembuktian bagi guru-guru lanjut Komang Saputra, bahwa melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan kualitas peserta didik baik dari akademik maupun non akademik juga karakter.

“Mereka bertanding secara sportif kalah ya kalah menang yaa menang tidak terlalu banyak hati untuk menunjukkan kemenangan. Apalagi kemudian ketika kalah ia melakukan aksi kekerasan ugal-ugalan mengganggu ketertiban masyarakat.

kita buktikan bahwa kita melaksanakan tugas sebaik mungkin untuk memajukan pendidikan di negara kita juga meningkatkan karakter anak-anak.

“Karena memang kita bisa lihat seolah-olah terjadinya penurunan karakter,” pungkasnya. (Red-TN)