Siswa SMP Negeri 4 Denpasar Sangat Antusias Mengikuti Perlombaan Bulan Bahasa Bali

oleh -975 views

Kepala SMP Negeri 4 Denpasar Menyerahkan Penghargaan Lomba Bulan Bahasa Bali

DENPASAR, Targetnusa.com –
Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan Dan Penggunaan Bahasa, Aksara, Dan Sastra Bali Serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Dengan merujuk pada peraturan tersebut SMP Negeri 4 Denpasar turut juga mendukung dan mensukseskan program pemerintah provinsi Bali dengan menyelenggarakan perlombaan bagi siswa – siswinya pada bulan bahasa Bali.

Dengan adanya Bulan Bahasa Bali (BBB) selain dapat melestarikan adat, budaya, bahasa dan aksara Bali pihak sekolah juga dapat menggali potensi dan kreatifitas siswa.

Demikian penjelasan Kepala SMP Negeri 4 Denpasar, I Nyoman Gede Wiastra, S.Pd.,M.Pd., Senin (27/2/2023) sembari melanjutkan penjelasannya bahwa pelaksanaan Bulan Bahas Bali dilaksanakan di halaman sekolah dan di ikuti oleh semua kelas dari kelas 7 sampai kelas 9.

“Dan Acaranya dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 16 Pebruari 2023 selama sehari penuh,” jelas Gede Wiastra.

Adapun jenis – jenis yang dilombakan antara lain, lomba menyalin tulisan dari huruf latin ke huruf Bali, lomba Pidarte bahasa Bali, mekidung, Mesatua, Bali, dan megending.

Kepala SMP Negeri 4 Denpasar mengajak kepada seluruh siswanya agar membiasakan berbahasa dan menulis memakai aksara Bali agar budaya kita tetap lestari.

“Mari kita biasakan memakai bahasa Bali dan menulis dengan aksara Bali,” ajak Gede Wiastra,. “Orang asing aja bisa berbahasa Bali kenapa kita tidak, kita harus bangga menggunakan bahasa Bali yang sudah dikenal dunia,” ucapnya.

Disinggung terkait persiapan porsenijar I Nyoman Gede Wiastra mengatakan
Bahwa SMP Negeri 4 Denpasar sudah mulai mempersiapkan diri, yang pertama rapat sosialisasi kepada guru, kepada pembina ekstrakurikuler yang kemudian membentuk panitia porsenijar ditingkat sekolah.

“Dan dilanjutkan pembinaan pelatihan ketika jam-jam kegiatan ekstrakurikuler,” lanjut Gede Wiastra.

Lebih lanjut Gede Wiastra berpesan kepada para pembina agar pembinaannya di intensifkan pada jadwal kegiatan ekstrakurikuler.

“Bagi siswa masuk sekolah melalui jalur prestasi maka siswa tersebut harus mengikuti perlombaan sesuai berprestasi dibidang cabang yang dilombakan sesuai dengan prestasinya masing – masing. (Red-TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *