Sat Reskrim Polres Buleleng Ungkap Kasus Ibu Menghilangkan Jiwa Anak Ketika Dilahirkan

TargetNusa | Buleleng – Tersangka KFSK lahir di Banyupoh pada 23 Agustus 2002, umur 17 tahun, agama Hindu, alamat Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak Buleleng.

Kapolres Buleleng, AKBP. I Made Sinar Subawa, S.I.K didampingi Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP. Vicki Tri Haryanto, S.H., S.IK., M.H mengatakan hasil pemeriksaan terhadap tersangka KFSK bahwa pada Rabu 3 Juni 2020 sekira pukul 23.00 wita tersangka KFSK sedang tidur dirumahnya, kemudian merasakan sakit diperutnya merasakan ada sesuatu yang bergerak – gerak di dalam perutnya seperti menendang – nendang, kemudian tersangka KFSK merasakan ada keluar cairan bening disertai darah.

Lebih lanjut AKBP. I Made Sinar Subawa, S.I.K menyatakan pada saat itu tersangka merasa sakit seperti hendak buang air besar sehingga tersangka sempat mengejang sebanyak tiga kali dan pada saat tersangka mengejan terakhir kali itulah tersangka merasakan bahwa dari kemaluannya mengeluarkan sesuatu sehingga tersangka kemudian melepas celana dan celana dalamnya, dan pada saat itu tersangka melihat keluarnya sesosok bayi dari kemaluannya.

“Kemudian setelah bayi tersebut keluar dan berada diatas kasur barulah tersangka memegangnya, dimana pada saat itu tersangka merasa takut dan bingung jika ada orang lain yang mengetahui tentang peristiwa itu, sehingga tersangka kemudian membungkus bayi tersebut dengan kain berwarna ungu yang biasanya tersangka gunakan untuk sebagai selimut dan membawanya ke kamar mandi yang jaraknya kurang lebih tiga meter dari kamar tidurnya,” jelasnya.

AKBP. I Made Sinar Subawa, S.I.K menjelaskan di dalam kamar mandi tersangka meletakkan bayi tersebut dilantai, dan memotong plasenta yang masih terhubung diantara bayi dan kemaluannya dengan menggunakan gunting yang sebelumnya sempat tersangka ambil di rak televisi pada saat tersangka berjalan ke kamar mandi, kemudian tersangka melihat bayi tersebut bergerak dengan posisi telungkup kemudian tersangka membalikkan bayi tersebut, karena tersangka KFSK takut bayi tersebut menangis dan di dengar oleh keluarganya kemudian tersangka KFSK menutup mulut dan hidung bayi tersebut sekira dua menit hingga bayi tersebut tidak bergerak lagi.

“Setelah itu tersangka mengeluarkan ari – ari dari kemaluannya, kemudian tersangka membersihkan dirinya dan mempergunakan celana, selanjutnya tersangka KFSK mengambil kardus air mineral yang berada diatas sumur di depan kamar mandi, kemudian tersangka membawa kardus air mineral tersebut ke kamar mandi selanjutnya memasukkan bayi, ari – ari dan kain warna ungu tersebut ke dalam kardus, tersangka membawa kardus tersebut ke halaman rumah dan mengambil sepeda motor selanjutnya tersangka membawa menuju kearah barat melewati pura pulaki, kemudian tersangka meletakkan kardus yang berisi bayi, ari – ari serta kain tersebut diatas tanah di Kembang Sari, Desa Pemuteran, Gerokgak Buleleng kemudian tersangka kembali pulang ke rumahnya,” katanya.

AKBP. I Made Sinar Subawa, S.I.K menegaskan pihaknya telah mengambil langkah – langkah yang telah dilakukan oleh penyidik, adalah memeriksa saksi dan tersangka, mengumpulkan barang bukti, melakukan pemeriksaan visum (otopsi) di RSUD Kabupaten Buleleng, melakukan penelitian dari Balai Pemasyarakata Klas I A Denpasar, melakukan konsling psikolog kepada tersangka, dan melakukan rekontruksi sebanyak 23 adegan.”Pada saat adegan kedua belas tersangka KFSK membekap mulut dan hidung bayi tersebut sekitar dua menit hingga bayi tersebut tidak bergerak lagi,” jelasnya.

Kapolres Buleleng, AKBP. I Made Sinar Subawa, S.I.K menjelaskan barang bukti yang berhasil diamankan satu potong baju kaos warna merah, satu potong celana pendek warna merah putih motif garis – garis, satu lembar sprei warna merah muda, satu kain warna ungu yang sebagian sudah terbakar, satu buah gunting berwarna hitam merah, satu unit sepeda motor honda supra warna hitam.

“Tersangka KFSK disangka telah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 341 KUHP yakni ibu yang dengan sengaja menghilangkan jiwa anaknya pada ketika dilahirkan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tegasnya.

AKBP. I Made Sinar Subawa, S.I.K menjelaskan pihaknya selanjutnya melakukan pemeriksaan secara laboratoris kriminalistik terhadap satu ruas tulang dari jenazah bayi tersebut, dan mengambil dua buah cotton swab tersangka KFSK untuk mengetahui DNA dari bayi tersebut.

Editor    : A.S Hanafi/Ngakan Udiana
Sumber : Humas Polres Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *