Imigrasi Deportasi WNA Penanggungjawab Yoga Massal Di Ubud Bali

TargetNusa | Mangupura – Pada Jumat (3/7) pihak Imigrasi (Rumah Detensi Imigarsi Denpasar) mengawal keberangkatan WNA asal Suriah, berinisial BW (45) karena mengadakan kegiatan meditasi (yoga) massal dihadiri puluhan orang di Kawasan Ubud, Gianyar Bali ditengah pendemi Covid-19.

BW (45) telah melanggar Pasal 75 Ayat 1 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan dikenai tindakan administrasi keimigrasian yang berujung pendeportasian terhadap yang bersangkutan.

WNA tersebut diberangkatkan ke negara asalnya melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, yang kemudian diterbangkan dengan maskapai Malindo Air (OD315).

“Kami telah memberangkatkan WNA asal Suriah tersebut melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta dengan tujuan Jakarta – Suriah,” kata Plh. Rumah Detensi Imigarsi  Denpasar, Erna Loreta Silalahi.

Plh. Rumah Detensi Imigarsi  Denpasar, Erna Loreta Silalahi menjelaskan BW (45) melanggar Permenkes Nomor 9 tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) serta melanggar Instruksi Gubernur Bali Nomor 8551 tahun 2020, tentang Penguatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Bali yaitu mengenai pembatasan kegiatan yang melibatkan paling banyak 25 orang.
“Jadi, Pejabat Imigrasi berwenang untuk memberikan tindakan administratif keimigrasian terhadap yang bersangkutan,” tegas Plh. Rumah Detensi Imigarsi  Denpasar, Erna Loreta Silalahi.

Lebih lanjut Erna Loreta Silalahi mengatakan  kita saja sebagai masyarakat Bali taat sama aturan pemerintah, malah ini ada oknum orang asing yang melanggar aturan tersebut. “Berdasarkan laporan warga, WNA tersebut diketahui melakukan kegiatan yoga dengan mengundang kerumunan WNA dengan jumlah peserta diperkirakan lebih dari 60 orang, dan menimbulkan keresahan warga di tengah larangan – larangan yang dikeluarkan pemerintah di masa pandemi Covid-19,” katanya.

Erna Loreta Silalahi menjelaskan yoga massal tersebut dilaksanakan di House of Om, Ubud, Gianyar Bali pada 18 Juni 2020. Dalam kasus ini Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar telah menjatuhkan tindakan adminitratif keimigrasian terhadap BW (45), karena dianggap bertanggungjawab dalam pelaksanaan yoga massal tersebut.

Erna Loreta Silalahi menyatakan pihak penanggungjawab kegiatan tidak berusaha membubarkan atau membatalkan acara tersebut setelah mengetahui jumlah peserta yang hadir melebihi aturan yang ada. BW (45) merupakan pemegang izin tinggal sementara investor (PMA) yang sebelumnya diserahkan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar untuk ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar.

Editor    : A.S Hanafi/Ngakan Udiana
Sumber : Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *