15 Kendaraan Pemudik Ditolak Keluar Bangli

TargetNusa.com, Bangli || Tiga hari sudah Polres Bangli menempatkan Pos Penyekatan dalam Operasi Ketupat Covid-19 yakni sejak Jumat (24/4) lalu. Hingga Minggu (26/4) belum ada pengambilan tindakan hukum yang dilakukan personel terhadap pemudik yang membandel. Hanya saja mereka yang nekat hendak menerobos hendak mudik, langsung diberhentikan ditolak keluar Bangli.

Tercatat ada 15 kendaraan roda empat yang mengangkut pemudik sampai di Jalan Ir. Soekarno, perbatasan Bangli-Gianyar dipaksa balik arah kembali ke kediamannya di  Bangli. Mereka diantaranya dari Kintamani dan Bangli Kota yang hendak mudik ke Jember dan Banyuwangi.

Kasatlantas Polres Bangli AKP I Nengah Sona yang memimpin giay tersebut menyebutkan alasan kenekatan warga tetap pergi mudik meskipun telah dilarang adalah karena sudah tak punya penghasilan dan pekerjaan lagi selama pandemi corona ini. “Mereka memilih mau pulang kampung untuk kembali bertani. Meskipun demikian tetap kami larang, dan mereka kami perintahkan untuk putar balik ke tempat tinggalnya di Bangli demi kebaikan bersama,”tegas Sona.

Sementara ini pihaknya mengaku belum memberikan tindakan hukum, hanya baru sebatas teguran saja. Hal itu juga berlaku pada pengendara lain yang tak mengenkan masker. Disebutkan sekitar seratusan lebih pengguna jalan terciduk tak mengenakan masker baik pengemudi roda dua maupun roda empat. “Yang tak pakai masker kami hentikan lalu diberi masker. Sebanyak 100 lebih masker kami sudah bagikan dalam operasi ketupat selama tiga hari ini,”sebutnya.

Ditekankan, kegiatan ini lebih mengedepankan penanggulangan dan pencegahan penularan virus corona dari imbuan penggunaan masker, jaga jarak, sesuai protokol pencegahan penularan virus corona. Diharapkan dengan dilaksanaka Operasis Ketupat kali ini dapat memutus mata rantai penularan virus mematikan tersebut. (Red-TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *