Hubungan Asmara Berahir Pahit

TargetNusa.com, Depasar Bali ||
Hubungan Asmara bila di bangun dengan baik dan bijak maka dapat membuahkan hasil sesuai dengan harapan, namun lain dengan hubungan DSK dan IGS yang sudah di jalin selama enam tahun akhirnya berujung kekecewaan pada keduanya.

Awalnya hubungan asmara yang di bangun selama enam tahun oleh keduanya berhasil dilanjutkan dengan membangun usaha. Namun di tengah perjalanan hubungan asmara mengalami kendala berlanjut dengan usahanya.

Kini hubungan keduanya tidak lagi harmonis bahkan usaha yang di bangun bersama menjadi saling klaim. Bahkan DSK merasa telah mengeluarkan uang sebesar Rp.132 000 000 (seratus tiga puluh dua juta).

“Mungkin waktu itu, mbok (kakak_red) pakai kaca mata hitam. Jadi mbok menurut begitu saja sama dia,” katanya kepada wartawan saat ditemui di kedai minumnya Ubud – Gianyar.

Saya mohon uang saya dikembalikan karena sudah tidak ada hubungan lagi bila tidak perabotan yang ada di toko kembalikan ke saya lanjut DSK.

Selama enam tahun menjalin hubungan, DSK tidak merasa curiga sedikitpun. Hal ini didasari oleh adanya rasa kasmaran terhadap IGS, seorang lelaki yang dikenalnya melalui media sosial.

“Dari awal saya memang merasa iba. Sehingga saya berusaha menyelesaikan masalah dia (terutama masalah keuangan). Sampai pada akhirnya, kita memang bercita-cita mendirikan usaha, yang mana IGS lah nanti yang menjalankan usaha,” ujarnya dengan nada serak.

Alih-alih mendapatkan untung, setelah usaha berjalan. DSK malah mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan, hingga akhirnya DSK memutus hubungan bisnis hingga asmaranya.

“Karena kita memang sudah tidak ada hubungan, tolong kembalikan modal saya sebesar 132 juta itu. Jika tidak, usaha saya dikembalikan,” pintanya.

Penyampaian untuk pengembalian modal, memang pernah di mediasi oleh teman-teman DSK. Dimana saat itu IGS yang disinyalir merugikan DSK, sempat membuat surat pernyataan. Namun hingga saat ini, dari yang dituliskan di surat pernyataan tertanggal 27 Januari 2020 belum juga diselesaikan.

Senin (06/04), wartawan TargetNusa menemui
IGS di salah satu cafe tempat usaha yang di bangun berdua di Jembrana untuk mengklarifikasi masalah tersebut.

IGS dengan mendetail menyampaikan semua kronologisnya bahkan kasus ini sudah pernah di mediasi di Griya Dwnpasar. IGS tetap merasa bahwa bisnis ini, dia berhak menjadi pemilik yang sah. Karena tempat usaha yang disewanya dia bayar dengan mencicil sebayak tiga kali kepada pemilik toko, dan uang hasil pinjam dari Bank dengan jaminan BPKB motor.

“Waktu mediasi di Griya Denpasar, saya sempat menawarkan kepada DSK perihal bagi hasil usaha, namun DSK diam saja. Dengan kondisi ter-intervensi saat itu, saya masih mempunyai niat baik, namun tidak ada jawaban,” tegas IGS saat ditemui di tempat usahanya, Negara, Bali.

IGS menambahkan bahwa, hubungan kami baik-baik sebelum grand opening pada tanggal 13 Januari 2020 dilaksanakan. Namun IGS kaget setelahnya, karena DSK memutus hubungan tanpa ada pembicaraan diantara kita.

“Inikan jadi pertanyaan bagi saya mas. Yang awalnya fine, tidak ada masalah. Namun setelah acara grand opening, saya diputus begitu saja oleh DSK. Memang saya akui, untuk alat usaha beberapa milik dia. Namun kalo untuk uang yang dia bilang mengeluarkan untuk membiayai usaha ini, mana buktinya? Karena kwitansi apapun, DSK tidak bisa menunjukan,” ujarnya.

Kesiapan IGS, jika memang masalah ini harus dilakukan dalam ranah hukum bukanlah tanpa dasar. IGS merasa bukti-bukti sudah valid. Dan siap jika memang DSK mengambil langkah tersebut.

“Saya memang sudah menunggu mas. Bukti akan saya buka di pengadilan nanti. Terlebih saya juga sudah mengkuasakan masalah ini kepada lawyer saya. Cuman hanya saran, jangan sampai ini terjadi, karena akan kasihan kepada DSK nya,” imbuh IGS. (Red-TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *