Biznet Bagikan 25 Unit Mooring Buoy Kepada Bayu Suta Water Sport dan Basuka

 
Biznet Bagikan 25 Unit Mooring Buoy Kepada Bayu Suta Water Sport dan Basuka.

TARGETNUSA.COM, Denpasar- Bali || Biznet merupakan perusahaan infrastruktur digital terintegrasi yang ada di Indonesia, menyediakan layanan Internet, Data Center, Cloud Computing dan IPTV. Kami memiliki komitmen untuk membangun infrastruktur modern dengan tujuan mengurangi kesenjangan digital Indonesia dengan negara berkembang lainnya.

Biznet yang memiliki pengoperasian Fiber Optik Canggih dan data Center terbesar di Indonesia saat ini hadir untuk membantu pelaku usaha di bali. Kali ini Biznet hadir dalam upaya mendukung program kelestarian laut Nusantara, di area perairan di Pulau Bali dan sekitarnya, yaitu dengan menyumbangkan 150 set mooring buoy untuk dibagikan kepada para pemilik kapal di wilayah cagar laut di kawasan perairan Tanjung Benoa, Sanur, Singaraja dan Padang Bai di Karang Asem.

“Kegiatan dalam rangka mendukung program kelestarian laut ini sangatlah penting kita lakukan. Kami dari Biznet sebagai bentuk upaya kepedulian kami kepada lingkungan hidup dimana kami berada, seperti yang kami lakukan di Padang Bai Karangasem dan Tanjung Benua ini”, jelas President Director Biznet Adi Kusuma, rabu (12/02/2020)

Kali ini Biznet menyumbangkan moorung buoy kepada masyarakat yang memiliki usaha dilaut untuk penambatan kapal agar tidak merusak terumbu karang.

Kegiatan CSR ini diharapkan dapat membantu mencegah aktivitas penambatan jangkar kapal pada terumbu karang secara sembarangan di wilayah perairan Bali.

Berdasarkan data yang didapat dari WWF; luasan Terumbu karang Indonesia mencapai 75.000 km2 yaitu sekitar 12-15% dari luasan terumbu karang dunia. Dalam 50 tahun terakhir ini terumbu karang Indonesia mengalami degradasi tajam, dan menunjukkan hanya 30% terumbu karang di Indonesia dalam kondisi baik, 37% dalam kondisi sedang dan sisanya 33% rusak parah. Kerusakan tersebut pada umumnya disebabkan oleh faktor alam dan aktivitas manusia, yang selanjutnya memberikan dampak langsung hilangnya terumbu karang serta terputusnya mata rantai ekosistem secara bertahap dan pada akhirnya berdampak pada manusia.

Mooring buoy adalah salah satu alternatif untuk mengurangi kerusakan pada terumbu karang. Mooring buoy merupakan sebuah alat yang mengapung yang berfungsi sebagai marka untuk menunjukkan perbedaan wilayah, atau marka untuk menjatuhkan jangkar dan sekaligus sebagai penunjuk untuk berlabuhnya sebuah kapal.

“Dan Mooring buoy ini tidak kami jual tapi kami berikan degan gratis kepada para pemilik usaha di laut, agar lebih mudah untuk menambatkan kapalnya dilaut dan tidak merusak biota laut”, lanjut Adi Kusuma.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Biznet telah menyiapkan 150 set mooring buoy untuk dibagikan kepada para pemilik kapal di wilayah cagar laut seperti kawasan perairan di Tanjung Benoa, Sanur, Singaraja dan Padang Bai. Program Biznet Mooring Buoy merupakan program yang bertujuan untuk menyelamatkan ekosistem laut dan pesisir pantai, terutama terumbu karang. Acara kick-start pembagian mooring buoy ini dilaksanakan di Pantai Tanjung Benoa Nusa Dua pada hari Rabu 12 Februari 2020 dengan pembagian 25 unit mooring buoy kepada dua operator wisata bahari di kawasan tersebut yakni Bayu Suta Water Sport dan Basuka.

“Kami memulai program ini dengan melakukan pendataan kapal-kapal yang sering memasuki kawasan tertentu dimana mooring buoy akan ditambatkan lalu menyediakan prasarananya. Kami juga mengharapkan dalam kelanjutannya, akan terbentuk group pengguna mooring buoy yang melibatkan pemerintah setempat dan pengelola kawasan seperti para pengelola wisata bahari dan paguyuban nelayan, dimana salah satu tugas dari grup ini adalah melakukan pendataan maupun perawatan mooring buoy yang telah Biznet sediakan”. Adi Kusma menambahkan.

Di tempat yang sama Bagus Wicaksono Senior Manager Sales Regional 2 at Biznet Networks. Mengatakan mooring buoy yang ada beton aslinya nantik ada tali, ke atas agar bisa diketahui tali itu, maka digunakan mooring buoy fungsinya supaya posisi mooring buoy
itu berada lebih terlihat bagus.

“Sehingga banyak masyarakat kita menggunakan jangkar bersama membuat
mooring buoy, tetapi karena keterbatasan biaya akses untuk menggunakan mooring buoy ini, akhirnya menggunakan jurigen, jurigen,  jadi lautnya kelihatan kotor, tidak propesional.”ungkap.Bagus Wicaksono.

Menurut Bagus Wicaksono, dari situlah kita melihat pantainya kotor, Kita kerja tidak setengah-setengah kita sudah mendatangkan traktor ke bali untuk membersihkan pantai,

“Kita melihat kondisi seperti ini, biznet tergugah dari yang lain, hingga kami berinfestasi, untuk menyumbangkan beberapa mooring buoy, kepada paleku-pelaku pariwisata atau memang nelayan-nelayan di pantai supaya tidak membuang jangkar.”Ucap.Bagus Wicaksono.
Rabu. 12 Pebruari 2020. (Red-TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *