Tepis Isu Miring, PT. SGB Bukukan Rapor Biru di Kuartal III

TARGETNUSA.COM, DENPASAR – Selasa pekan lalu, wajah Zaidan Farhan tampak serius kala menjelaskan bahwa PT. Solid Gold Berjangka (SGB) tak seperti yang difikirkan banyak orang. Tuduhan investasi bodong yang disematkan kepasa PT SGB oleh nasabahnya, dibantah dengan tegas oleh Pimpinan Cabang PT. SGB Bali, Zaidan Farhan.

Zaidan menjelaskan, PT. SGB sama sekali tidak pernah melakukan penyalahgunaan uang nasabah seperti yang dituduhkan. Uang tersebut hanya digunakan untuk bertransaksi dan tidak ditampung. Seluruh uang nasabah disebut telah masuk ke dalam bursa. 

“Bahkan pelaporan yang sempat dilayangkan terhadap PT. SGB oleh sejumlah nasabah ke Polda Bali dinyatakan tidak terbukti. Hal itu disampaikan oleh kepolisian setelah proses penyidikan dan pemanggilan pihak terkait termasuk penyelidikan ke Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi),” ungkap Farhan, Selasa (12/11).

“Jadi ketika nasabah untung itu, perusahaan Solid Gold cuma dapat fee transaksi saja. Ketika nasabah rugi, Solid Gold juga mendapatkan fee saja. Jadi yang kita bilang clear itu, yang pertama kita kembalikan ke point pertama itu, jadi tuduhannya apa dulu? Tuduhannya kan ada penipuan, pencucian uang, dan penggelapan. Itu dulu kita jabarin. Setelah poin pertama itu kita sudah clear semua, poin kedua hilang,” paparnya.

“Karena tuduhannya tiga itu, pencucian, penipuan, penggelapan. Ternyata setelah dibuktikan sama kepolisian, tidak ada sama sekali unsur seperti itu. Berarti benar nasabah itu riil rugi, dan riil untung. Jadi untung bukan Solid Gold yang bayar, rugi pun bukan Solid Gold terima. Karena semua ditampung di bursa. Yang terima untung dan rugi siapa? Pelaku pasar. Pelaku pasar itu ya seperti kita investasi, ya kita pelaku pasarnya,” lanjut Farhan.

Farhan yakin, kasus yang menimpa PT. SGB sama sekali tidak mempengaruhi minat masyarakat Bali untuk menjadi nasabah. “Saya beryukur banget dengan kejadian ini. Saya ambil positifnya, apa itu? Kita bisa iklan gratis tanpa bayar,” akunya sambil tersenyum.

Iklan gratis yang dimaksud Farhan bukan tanpa alasan. Pasalnya, hingga kuartal II tahun 2019 nasabahnya sudah tercatat sebanyak 298 orang bergabung dengan SGB hingga kuartal II tahun 2019. Angka itu mengalami pertumbuhan 577,27% dari kuartal III tahun 2018 yaitu hanya 44 nasabah baru. 

Sedangkan untuk transaksi, hingga kuartal II tahun 2019 terjadi pertumbuhan volume transaksi sebesar 2.166,60% atau 72.851 lot. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2018, transaksi di SGB hanya 3.214 lot. “Pencapain itu didorong pertumbuhan volume transaksi atau sistem perdagangan alternatif (SPA) sebesar 1.937,30% menjadi 64.175 lot. Sedangkan volume hasil transaksi multilateral (komoditi) melonjak 13.456,25% menjadi 8.676 lot,” terangnya.

Hasil perolehan itu tentu cukup memuaskan karena SGB Bali baru berdiri sejak satu tahun yang lalu. Selain itu menurut Farhan, reputasi PT Solid Gold Berjangka yang terpercaya dan dikenal lama berkiprah di industri perdagangan berjangka komoditi turut menguatkan kepercayaan nasabah untuk berinvestasi di SGB Bali. (TN/Ash/AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *