Bali Sebagai  Pilot Project dalam Kompetisi Bunga Internasional

TARGETNUSA.COM, Gianyar Bali || Hanging Gardens of Balil. Yang berada di Jalan Susut, Desa Buahan,  Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali dengan bangga menghadirkan sebuah kompetisi yg menarik dan unik, mengundang masyarakat Indonesia khususnya di Bali untuk lebih peduli dengan lingkungan hidup dengan cara memiliki dan merawat taman bunga di rumah sendir.

Acara yang bertajuk International Flower Competition 2019 ini diselenggarakan untuk membawa keindahan, ketenangan hidup, dan kelestarian alam bagi kehidupan masyarakat.

Kini Hanging Gardens of Bali, Senin (22/7), kembali menghadirkan 5 peraih juara untuk lebih mengenalkan diri pada masyarakat luas khususnya di Bali yang terkenal dengan panorama alamnya yang sangat indah. Terutama bagi peraih juara 1 yang mendapat kan hadiah uang tunai senilai 1 millyar selain harus merawat kebun bunganya sendiri Ia dituntut harus busa mengajak masyarakat lain untuk bisa ikut taman bunga tersebut, dan membuat taman bunga ditempat terbuka seperti depan rumah. Selain untuk mempercantik rumahnya sekaligus peduli terhadap lingkungan.

Owner of Hanging Gardens of Bali Nir Peretz mengatakan, tujuan diselenggarakannya kompetisi ini untuk membawa keindahan, ketenangan hidup, dan kelestarian alam bagi kehidupan masyarakat. Terutama masyarakat Bali yang menjadi pilot project untuk kompetisi yang akan dibawa ke internasional ini.

“Kompetisi selanjutnya bukan hanya akan diadakan di Bali tapi bisa di jakarta bahkan Internasional”, jelas owner Henging Gardens of Bali asalInggris yang akrab di sapa dengan penggilan Pak Nir.

Ditempat yang sama Nyoman Hendrawan.sebagai peraih juara satu yang juga pemenang uang 1 millyar mengatakan pada awak media yang sempat di tanya terkait kemenangannya, dirinya tidak menyangka sama sekali kalau dirinya akan mendapatkan uang satu millyar.
“Saya nggak nyangka kalau kalau dengan adanya kebun bunga dan lebah yang saya pelihara dan saya rawat akan membawa berkah ( dapat uang 1 millyar -red)” ungkap bapak dua anak asal Banjar Jaang, Buahan, payangan.

Kami dapat uang segitu banyak tidak hanya untuk saya, tapi kami juga bagi bagi rejeki pada masyarakat didesa kami juga badi para finalis yang lain kami juga kasih walau cuma sedit lanjut Nyoman Hendrawan.

Kami juga membangun taman di Desa kami yang kami tanggung biayanya demi melestarikan keindahan alam khususnya di Bal, dan juga kami berusaha mengurangi pemakaian plastik yang sekali pakai yang menjadi program Gubernur Bali. (TN/Asn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *