USBN Merupakan Salah Satu Syarat Penentu Kelulusan

TARGETNUSA.COM,Denpasar- Bali _ Secara serentak Sekolah Menengah Pertama (SMP) Denpasar, TARGETNUSA.COM – Secara serentak Sekolah Menengah Pertama (SMP) menggelar Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), karena USBN merupakan salah satu syarat penentu kelulusan.
Seperti pelaksanaan USBN tahun 2019 di SMP PGRI 1 Denpasar diikuti oleh 356 Siswa dari jumlah siswa tersebut dibagi menjadi 18 ruang.

Di hari pertama pelaksanaan USBN, 2 orang siswa tidak hadir dikarenakan sakit, dan sehari berselang kedua siswa tersebut dapat mengikuti USBN kembali, hal tersebut dibenarkan oleh I Made Adnyana Putera selaku WK, Kurikulum mewakili Kepala SMP PGRI 1 Denpasar Dr. I Nengah Sukama, S.Pd, MM. Namun 2 siswa yang tidak mengikuti USBN di hari pertama akan ada jadwal susulan untuk menyusul yang sudah tertinggal.

“hari pertama pelaksanaan USBN hingga hari kedua berjalan lancar, dihari pertama ada 2 orang siswa yang tidak hadir karena sakit, sehingga tidak dapat mengikuti USBN, namun dihari kedua sudah dapat mengikuti USBN, dan nanti akan ada jadwal susulan bagi siswa yang sakit tersebut untuk mengikuti USBN susulan” jelas Adnyana, selasa(26/3).

“untuk sementara dari persiapan itu, sebelum soal dari dinas sampai ke sekolah, tentunya sudah diberikan kisi – kisi, nah kita dari guru bidang studi, 11 bidang studi itu sudah mempersiapkan kisi – kisinya itu pada siswa dari bapak ibu guru bidang studi sudah melakukan tugasnya dalam proses belajar mengajar kemudian persiapan USBN, apabila pada saat USBN ini siswa mendapat nilai bagus, nanti pada saat UNnya pasti juga bagus nilainya” ungkap Adnyana.

Disinggung terkait target kelulusan, Adnyana mengatakan “untuk kelulusan tahun ini, kami pasti sangat mengharap anak didik kami dapat lulus 100 persen, kemudian bukan hanya target kelulusan aja, namun nilai juga penting, paling tidak setiap tahunnya itu rata – ratanya meningkat kalau tidak minimal sama dari tahun – tahun sebelumnya, intinya yang diharapkan dari pusat dari pemerintah, dari dinas kota kabupaten dan juga kami di sekolah, sukses pelaksanaan sukses hasil”.

Mengenai target untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP PGRI 1 Denpasar telah membuka pendaftaran sejak awal bulan Maret lalu, sejauh ini sudah ada 29 calon siswa yang sudah mendaftarkan dirinya di SMP PGRI 1 Denpasar, namun sesuai dengan juknis baru petunjuk PPDB dalam satu rombel diisi 32 siswa namun berkembang menjadi 36.

Menurut Wk. Sarpras, I Nyoman Budiarta, S.Kom tahun kemarin SMP PGRI 1 Denpasar membuka 11 kelas yang awalnya hanya membuka 10 kelas, namun karena antusias masyarakat pihak sekolah harus membuka 1 kelas lagi.

“awalnya kita hanya membuka 10 kelas, namun karena antusias masyarakat akhirnya tahun kemarin kita membuka 11 kelas lagi, dan sudah diijinkan oleh dinas pendidikan tentunya”.

“disini target kita tetep 10 kelas pengembangannya nanti 11 kelas dengan jumlah kurang lebih 400, kalau jumlah yang ditentukan oleh dinas kan 396 totalnya kalau 36 perkelas” tukas Budiarta. (ASH) Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), karena USBN merupakan salah satu syarat penentu kelulusan.
Seperti pelaksanaan USBN tahun 2019 di SMP PGRI 1 Denpasar diikuti oleh 356 Siswa dari jumlah siswa tersebut dibagi menjadi 18 ruang.

Di hari pertama pelaksanaan USBN, 2 orang siswa tidak hadir dikarenakan sakit, dan sehari berselang kedua siswa tersebut  dapat mengikuti USBN kembali, hal tersebut dibenarkan oleh I Made Adnyana Putera selaku WK, Kurikulum mewakili Kepala SMP PGRI 1 Denpasar Dr. I Nengah Sukama, S.Pd, MM. Namun 2 siswa yang tidak mengikuti USBN di hari pertama akan ada jadwal susulan untuk menyusul yang sudah tertinggal.

“hari pertama pelaksanaan USBN hingga hari kedua berjalan lancar, dihari pertama ada 2 orang siswa yang tidak hadir karena sakit, sehingga tidak dapat mengikuti USBN, namun dihari kedua sudah dapat mengikuti USBN, dan nanti akan ada jadwal susulan bagi siswa yang sakit tersebut untuk mengikuti USBN susulan” jelas Adnyana, selasa(26/3).

“untuk sementara dari persiapan itu, sebelum soal dari dinas sampai ke sekolah, tentunya sudah diberikan kisi – kisi, nah kita dari guru bidang studi, 11 bidang studi itu sudah mempersiapkan kisi – kisinya itu pada siswa  dari bapak ibu guru bidang studi sudah melakukan tugasnya dalam proses belajar mengajar kemudian persiapan USBN, apabila pada saat USBN ini siswa mendapat nilai bagus, nanti pada saat UNnya pasti juga bagus nilainya” ungkap Adnyana.

Disinggung terkait target kelulusan, Adnyana mengatakan “untuk kelulusan tahun ini, kami pasti sangat mengharap anak didik kami dapat lulus 100 persen, kemudian bukan hanya target kelulusan aja, namun nilai juga penting, paling tidak setiap tahunnya itu rata – ratanya meningkat kalau tidak minimal sama dari tahun – tahun sebelumnya, intinya yang diharapkan dari pusat dari pemerintah, dari dinas kota kabupaten dan juga kami di sekolah, sukses pelaksanaan sukses hasil”.

Mengenai target untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP PGRI 1 Denpasar telah membuka pendaftaran sejak awal bulan Maret lalu, sejauh ini sudah ada 29 calon siswa yang sudah mendaftarkan dirinya di SMP PGRI 1 Denpasar, namun sesuai dengan juknis baru petunjuk PPDB dalam satu rombel diisi 32 siswa namun berkembang menjadi 36.

Menurut Wk. Sarpras, I Nyoman Budiarta, S.Kom tahun kemarin SMP PGRI 1 Denpasar membuka 11 kelas yang awalnya hanya membuka 10 kelas, namun karena antusias masyarakat pihak sekolah harus membuka 1 kelas lagi.

“awalnya kita hanya membuka 10 kelas, namun karena antusias masyarakat akhirnya tahun kemarin kita membuka 11 kelas lagi, dan sudah diijinkan oleh dinas pendidikan tentunya”.

“disini target kita tetep 10 kelas pengembangannya nanti 11 kelas dengan jumlah kurang lebih 400, kalau jumlah yang ditentukan oleh dinas kan 396 totalnya kalau 36 perkelas” tukas Budiarta. (ASH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *