806 Siswa SMK PGRI 3 Denpasar Ikuti UNBK yang Kedua Kalinya

TARGETNUSA. COM, Denpasar- Bali _  Sekolah menengah Kejuruan (SMK) sejak Senin 25 Maret 2019, telah melaksanakan Ujian Berbasis Komputer (UNBK) secara serentak. Termasuk SMK PGRI 3 Denpasar yang berada di Jalan Drupadi XVII, No 7, yang melibatkan 806 Siswa juga ikut UNBK selama 4 (Empat)  hari.

SMK PGRI 3 Denpasar memiliki 2 Jurusan yaitu jurusan Akomodasi Perhotelan (AP) dan Tata Boga. “Siswa kami yang ikut UNBK berjumlah 806 siswa, Jurusan Akomodasi Perhotelan (AP) sebanyak 544 siswa dan Tata Boga sebanyak 262 siswa,” Terang  I Nengah Madiadnyana, saat ditemui disekolah,  Senin (25/3/2019).

Pelaksanaan UNBK kali ini ada insiden kecil, disesi pertama saat komputer dihidupkan secara bersamaan lampu langsung padam (jeglek). “Yang mengakibatkan insiden tersebut karena komputernya hidupnya berbarengan”, jelas Kepala SMK PGRI 3 Denpasar I Nengah Madiadyana yang Juga sebagai Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar.

Pelaksanaan UNBK ini sebetulnya sangat praktis dan mudah. “Hanya yang masih agak kesulitan adalah untuk menyiapkan sarana-prasaranya seperti komputer”.

Nah yang harus diantisipasi kata Madiadnyana terkait kelistrikan. Apabila terjadi listri padam maka untuk melanjutkan haruslah menunggu listrik hidup lagi baru bisa dilanjutkan.

”Ini yang harus diantisipasi agar pelaksanaan UNBK bisa berjalan dengan baik sesuai dengan waktu pelaksanaannya. Jadi jauh-jauh hari dipersiapkan dengan baik, seperti pengecekan komputer, listrik, serta yang lainya yang berkaitan dengan alat untuk melaksanakan UNBK”, terang Madiadnyana.

SMK PGRI 3 Denpasar menyelenggarakan UNBK sudah dua kali ini, jadi sudah biasa dari segi apapun dalam pelaksanaan UNBK, baik dari segi sarana maupun prasarana, juga mental siswa sudah sangat siap. “Beda dengan waktu masih pertama kali menyelenggarakan UNBK masih ada perasaan takut”, kata Madiadnyana. Karena dari beberapa faktor pendukung masih belum siap salah satunya adalah komputer.

Namun dukungan dari banyak pihak,  akhirnya SMK PGRI 3 Denpasar dapat melaksanakan UNBK hingga saat ini.

“Untuk sewa pengadaan komputer sendiri agar bisa melaksanakan UNBK, Kami dari SMK PGRI 3 Denpasar harus meneluarkan dana sebesar Rp 210.000.000. Dan ini bukanlah jumlah yang sedikit, karena sudah menjadi acuan dari Dinas Pendidikan untuk bisa melaksanakan UNBK, maka mau tidak mau harus kami persiapkan. Agar dapat mencwtak lulusan yang siap kerja dan siap bersaing”, tegas Madiadyana.  (Ash)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *