Umat Hindu Kodim Klungkung Melaksanakan Upacara Piodalan Di Pura Satya Mahottama

TARGETNUSA.COM, Semarapura-Bali _  Dalam meningkatkan srada dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa, Umat Hindu Kodim 1610/Klungkung, melaksanakan Upacara Piodalan di Pura Satya Mahottama di Makodim setempat.

Piodalan di Pura Satya Mahottama dilaksanakan setiap Purnama Kedasa Penanggalan Kalender Umat Hindu yang jatuh pada Rabu 20 Maret 2019.

Upacara Piodalan tersebut rutin dilakukan setiap setahun sekali yang melibatkan seluruh Umat Hindu Personel Kodim 1610/Klungkung.

Sebagai Pembina Umat Hindu Kodim 1610/Klungkung Kapten Inf I Nyoman Tunggu, menyampaikan, upacara piodalan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita khususnya Umat Hindu, serta merupakan wujud bhakti sebagai usaha untuk mencapai jagadhita atau kesejahteraan

Menurut Pasiter Kodim 1610/Klungkung ini, penyelenggaraan piodalan tersebut juga sebagai petirtaan, petoyan, dan puja wali.

“Ketaqwaan adalah suatu amanah penting dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai umat beragama termasuk kita yang berprofesi sebagai seorang prajurit atau pegawai negeri sipil (PNS)”, ungkap Kapten Tunggu.

Karena dengan bertaqwa kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik dengan selalu menjalankan perintahNya serta menjauhi semua laranganNya sesuai dengan apa yang ada di dalam ajaran agama. Sehingga seluruh Prajurit Kodim 1610/Klungkung, khususnya yang beragama Hindu diharapkan mampu memberikan kontribusi yang positif terhadap satuan, bangsa dan negara.

Dalam upacara piodalan kali ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Oka Nuaba Wadani dibantu oleh Ni Wayan Sangri dan Ni Wayan Jani selaku tukang Banten atau sebagai Sarati.

Dalam rangkaian kegiatan piodalan selaku Pembina Umat Kapten Inf I Nyoman Tunggu menyampaikan Dharma Wacana kepada umat tentang arti daripada yadnya yang merupakan pengorbanan atau persembahan secara tulus dan ikhlas.

Segala yang dikorbankan atau dipersembahkan dengan penuh kesadaran, baik berupa pikiran, kata-kata, dan prilaku yang tulus dan ikhlas demi kesejahteraan alam semesta dan mahluk hidup dapat disebut sebagai yadnya.

Inti dari yadnya adalah merupakan persembahan dan pengorbanan, sedangkan upacara adalah merupakan sebuah wujud bhakti manusia kepada Tuhan untuk mendekatkan diri kepadaNya.

Sarana upakara yadnya itulah yang disebut Banten atau Sesajen, sebagai sarana untuk berhubungan atau mendekatkan diri dengan Pujaannya yaitu Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan manifestasiNya.(Ash)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *