STIKOM Bali Wisuda 557 Mahasiswa

TARGETNUSA.COM, Denpasar Bali || STIKOM Bali yang berdiri pada 10 Agustus 2002 beberapa tahun yang lalu sampai saat ini STIKOM Bali melejit dan  dikenal di tingkat nasional dan internasional. Terbukti STIKOM Bali selalu menjadi mitra perguruan tinggi nasional dan internasional untuk menggelar seminar atau konferensi berskala internasional yang diadakan di Bali.

Selama tahun 2018  saja STIKOM Bali menjadi tuan rumah dua event internasional yakni ICoGOIA bekerja sama dengan Universitas Pakuan Bogor dan ICOT bekerja sama dengan Ideas Lab. Hal itu dikatakan Ketua STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan, di ruang kerjanya, kampus STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Jumat (26/10/2018).

Dadang Hernmawan memberi keterangan terkait Wisuda ke-23 STIKOM Bali pada Sabtu (27/10/2018), dari sisi prestasi, pada tahun 2016 Kemenristek Dikti menempatkan STIKOM Bali sebagai   sekolah tinggi ICT terbaik peringkat 3 nasional di bawah STMIK Jakarta dan Amikom Yogyakarta. Para  mahasiswa STIKOM Bali juga selalu tampil sebagai juara  dalam setiap perlombaan bidang IT maupun non-IT.

Tahun lalu, tim mahasiswa STIKOM Bali keluar sebagai juara pertama lomba aplikasi Asian Games 2018, juara aplikasi bisnIs  LINE, juara favorit lomba IT di ITB Bandung, juara kedua lombat IT di IPB Bogor, dan yang terbarudi tahun 2018 adalah juara pertama lomba ciber security di Jakarta.

Untuk lomba bidang non-IT sendiri, mahasiswi STIKOM Bali terpilih menjadi Putri Pariwisata Nusatara, yang diadakan oleh Kemnterian Pariwisata RI, 2016.

Mengenai wisuda hari ini, Dadang Hermawan menjelaskan, jumlah yang diwisuda sebanyak 557 orang yang terdiri dari Sarjana Komputer (S.Kom) 542 orang dan Diploma III  sebanyak 15 orang.

Mereka telah menempuh kuliah rata-rata untuk S1 empat tahun dan untuk D3, tiga tahun. Sehingga sampai dengan wisuda ke-23 ini, alumni STIKOM Bali berjumlah 5.773 orang terdiri dari S1 sebanyak 5.107 orang dan D3 sebanyak 666 orang.

“Dari 542 sarjana baru ini, 11 di antaranya lulusan kelas internasional dan berhak menyandang  dua gelar, yakni S.Kom dari STIKOM Bali dan BIT atau Bachelor of Information Technology dari Help University Kuala Lumpur,” terang Dadang.

Pembina Yayasan Wdya Dharma Santhi – induk STIKOM Bali – Prof. Dr. I Made Bandem, MA menambahkan, STIKOM Bali kini sedang menunggu izin operasioan menjadi universita. Menurut mantan Rektoi ISI denpaar dan ISI Yogyakarta ini, langkah  Ini untuk mengakomodasi keinginan  masyarakat Bali tentang penambahan program studi serta sesuai renstra tahun 2015.

Pada awal tahun 2016, yayasan telah mengajukan perubahan bentuk perguruan tinggi dari Sekolah Tinggi menjadi Institut ke Kementrian Ristek dan Dikti dengan menambah beberapa program studi baru.

“Namun setelah divisitasi oleh tim dari Kemristekdikti, kami disarankan untuk merger dengan dua politeknik yang satu grup yakni Politeknik Ganesha Guru dan Politeknik Nasional untuk menjadi satu univeritas dengan nama Universitas Teknologi dan Bisnis (UBISTEK) Bali dengan 10 Program Studi S1, 1 Prodi S2 dan 6 Program Studi D3.
Saat ini sudah unggah persyaratan tahap pertama, mohon doanya mudah-mudahan dalam waktu yang singkat sudah terbit ijinnya,” beber Prof. Made Bandem. (Target)