Penghargaan Presiden Disematkan Kepada AKP Djoko Hariadi,S.H

TargetNusa.Com, Badung, Bali – Prestasi gemilang diraih Kasatnarkoba Polres Badung AKP Djoko Hariadi. Perwira kelahiran Tabanan ini memperoleh Bintang Bhayangkara Narariya dari Presiden RI Joko Widodo karena dinilai sebagai sosok Polisi pekerja keras melebihi jam kerja dalam mengejar para pelaku kejahatan, khususnya penyalahgunaan narkoba.

Penghargaan tertinggi dari Presiden diperoleh AKP Djoko pada Hari Bhayangkara ke 72 yang berlangsung di Lapangan Renon, beberapa waktu lalu. Penghargaan berupa piagam diberikan langsung oleh Kapolda Bali Irjen Pol Dr.Petrus Reinhard Golose.

Selain AKP Djoko, ada dua perwira lainnya yang memperoleh penghargaan, yakni Kompol Wayan Darmika Suputra dari Biro SDM Polda Bali dan Aiptu Nengah Sumatra anggota Polsek Dentim.

“Saya senang sekali mendapat penghargaan dari Presiden. Dengan penghargaan ini semakin memotivasi saya untuk terus semangat bekerja mengemban tugas visi dan misi Polri,” beber AKP Djoko, Minggu (15/7) kemarin.

Anak ke 3 dari 6 bersaudara ini memang terbilang kalem namun tegas, dan tidak pernah neko-neko dalam bekerja. Ia terdidik sebagai anak yang keras dan berdisiplin tinggi, berkat didikan ayahnya seorang Tentara yang berasal dari Blitar. Dulunya, almarhum sang ayah bertugas di Paldam IX Udayana, Gudang Amunisi Rahasia.

Selama menjadi Polisi, sosok AKP Djoko pun tidak pernah berurusan dengan penyidik Bid Propam, yang khusus menangani kenakalan oknum Polisi. Seiring berjalannya waktu, ia juga kerap mendapat penghargaan dari Kapolda Bali sebelumnya, dan beberapa Kapolres, bila ada pengungkapan narkoba berskala besar.

“Saya pernah menerima 8 kali penghargaan dari beberapa Kapolda dan Kaspolres terkait pengungkapan kasus. Paling banyak penghargaan di Polresta Denpasar. Dari pak Kapolda Sugeng juga pernah karena menangkap Bandar 1 kg sabu dan 4 ribu ekstasi,” ujar ayah dari 3 anak yang semuanya cowok ini.

Lantas apa yang berkesan selama menjadi Polisi ? AKP Djoko menjawab bahwa kasus Bom Bali 1 dan Bali Nine merupakan kasus yang paling berkesan dan menantang. Dimana selama kasus itu memboming di Bali hingga penangkapan para pelaku, dirinya dipercaya selaku penyidik untuk menangani kasus tersebut.

Biodata AKP Djoko selama menjadi Polisi. Dulunya ditempatkan di Timor Timor selama 10 tahun, dan kemudian bergeser ke Polda Bali sebagai penyidik Ditresnarkoba Polda Bali selama 9 tahun.

Tak lama, dia kemudian dipanggil untuk bergabung dengan jajaran Satresnarkoba Polresta Denpasar selama 7 tahun. Dan, sekarang ini dipercaya menjabat Kasatnarkoba Polres Badung, sedang berjalan 2 tahun. AKP Djoko juga memiliki dua kakak kandung yang sekarang bertugas di Disabhara Polda Bali. (Target)